Latest Entries »

Status Gasifikasi saat ini

World Gasification Database[1] Tahun 2007 menunjukkan bahwa gasifikasi kapasitas yang ada di dunia telah berkembang menjadi 56.238 MWth output syngas dari 144 pabrik yang beroperasi dan 427 gasifiers. Peningkatan 25 persen pada output syngas dibandingkan pada database tahun 2004 adalah 45.001 MWth dan 32 persen meningkat dibanding tahun 1999 dengan jumlah 42.726 MWth.

Sejak tahun 2004 hasil database plant gasifikasi, 13 lebih plant beroperasi secara komersial, 10 berada di start-up, dan tiga telah direncanakan start-up pada akhir 2007, 6 menunjukkan, 12 dari 26 plant yang diharapkan akan beroperasi pada akhir tahun 2007 adalah gasifiers Coal-fed Shell memproduksi bahan kimia di China-45 persen dari output syngas meningkatkan sejak tahun 2004. Tren ini diperkirakan akan berlanjut dalam waktu dekat. Kecuali plant Qatar, 46 persen dari kapasitas syngas yang direncanakan untuk beroperasi tahun 2010 adalah dari dari makanan, produk, teknologi, dan wilayah tersedia-khususnya dari Coal-fed, Shell gasifikasi, produk kimia di Cina.

Tabel 14 Rencana Plant Gasifikasi pada 2005 hingga 2010[2]

Year

Plant Name/Owner

Country

Feedstock

Product

MWth Output

Technology

Operating

2005

China 1

China

Coal

Chemicals

280

GE

2005

China 2

China

Coal

Chemicals

174

GE

2005

Liuzhou Chemical Industry Corp. Ltd.

China

Coal

Chemicals

256

Shell

2005

Shaanxi Shenmu Chemical Plant

China

Coal

Chemicals

263

GE

2005

Jinling

China

Coal

Chemicals

287

GE

2005

China 4

China

Coal

Chemicals

287

GE

2005

China 3

China

Coal

Chemicals

287

GE

2005

Sinopec, Zhijiang

China

Coal

Chemicals

273

Shell

2005

Sokolovska Uhelna, A.S.

Czech Republic

Lignite

Power

787

2006

Shuanghuan Chemical

China

Coal

Chemicals

197

Shell

2006

China 5

China

Coal

Chemicals

284

GE

2006

Sinopec, Yueyang

China

Coal

Chemicals

509

Shell

2006

Sinopec

China

Coal

Chemicals

509

Shell

2006

Agip IGCC

Italy

Petroleum

Power

457

Shell

2006

ATI Sulcis

Italy

Coal

Power

287

2006

Indian Oil Corporation, Ltd.

India

Petcoke

Chemicals

889

2006

Sistemas de Energia Renovavel

Brazil

Biomass

Power

68

2006

Dahua Chemicals

China

Coal

Chemicals

205

2006

Opti Canada

Canada

Asphalt

Various products

1,025

2006

Dahua Chemicals

China

Coal

Chemicals

232

2006

Dong Ting Ammonia

China

Coal

Chemicals

466

Shell

2006

Hubei Ammonia

China

Coal

Chemicals

466

Shell

2006

Sinopec Wuhan, Hubei

China

Coal

Chemicals

509

Shell

2006

Weihe Chemical

China

Coal

Chemicals

395

GSP

2007

Thermoselece Vresova

Czech Republic

Coal

Power

787

GE

2007

Long Lake Integrated Upgrading Project

Canada

Petroleum

Gaseous fuels

1,025

Shell

2007

Dahua Chemicals

China

Coal

Chemicals

232

Shell

2007

Yuntianhua Chemicals

China

Coal

Chemicals

465

Shell

2007

Yunzhanhua Chemicals

China

Coal

Chemicals

465

Shell

2007

Nakoso IGCC

Japan

Coal

Power

455

Mitsubishi

2007

Fujian Refinery Ethylene Project (FREP)

China

Petroleum

Power, Chemicals

868

Shell

2007

Brazilian BIGCC Plant

Brazil

Biomass/Waste

Power

68

TPS

2007

Yongcheng Chemicals

China

Coal

Chemicals

424

Shell

2007

Fujian Refinery Ethylene Project (FREP)

China

Petroleum

Power, Chemicals

868

Shell

2008

Global Energy, Inc.

United States

Coal, MSW

Power

1,006

2008

Vanguard Synfuels

United States

Petcoke

Various products

0

2008

Lotos Reffinery Gdansk

Poland

Asphalt

Various products

620

2009

Excelsior Energy

United States

Coal

Power

0

2009

Lake Charles Cogeneration LLC

United States

Petcoke

Various products

0

2009

Rentech Development

United States

Coal

FT liquids

59

2009

Qatar Petroleum

Qatar

Natural Gas

FT liquids

10,936

2010

Steelhead Energy

United States

Coal

Power

0

Tabel 15 Perubahan Pasar Teknologi gasifier yang banyak diterapkan[3]

Gasifier Technology

1999

2004

2007

2010

Shell

21%

19%

28%

45%

Sasol Lurgi

28%

41%

34%

26%

GE Energy

39%

34%

31%

24%

Other

12%

6%

7%

5%

Tabel 15 menunjukkan peningkatan secara substansial posisi pasar gasifiers Shell di industri oleh 2007 karena seleksi teknologi Shell pada 15 dari 26 plant seluruh dunia yang akan beroperasi selama 2005 sampai 2007. Pangsa pasar untuk Shell meningkat menjadi 28 persen, dibandingkan pada tahun 2004 sebesar 19 persen. Kedua, Sasol Lurgi dan GE Energy pada posisi pasar relatif menurun pada tahun 2007. Sasol Lurgi dari 41 persen pada 2004 menjadi 34 persen dan GE Energy menurun dari 34 persen pada 2004 menjadi 31 persen. Selanjutnya, posisi kolektif dari tiga perusahaan gasifier komersial terus membaik di pasar global. Pada tahun 1999, ketiga penyedia gasifier mengadakan kolektif pasar saham 88 persen, pada 2007, posisi dominan telah mencapai 93 persen.

Pergeseran dalam menggunakan teknologi kemungkinan akan berlanjut dalam waktu dekat: 100 persen dari plant baru yang direncanakan untuk tiga tahun berikutnya (termasuk pabrik GTL Qatar) diproyeksikan untuk menggunakan gasifiers Shell. Jika instalasi gasifier ini direalisasikan, Shell akan meningkatkan posisi pasarnya pangsa 45 persen saham.

 


[1] Robusut Growth Forecast NETL . World Gasification Database 2007

[2] Robusut Growth Forecast NETL . World Gasification Database 2007

[3] Robusut Growth Forecast NETL . World Gasification Database 2007

2. Penghilangan Tar secara Fisika

Tar paling sering dihilangkan dari aliran gas dengan pendinginan produk gas sehingga tar terkondensasi menjadi tetesan aerosol dan kemudian menghilangkan aerosol tersebut menggunakan teknologi yang sama digunakan untuk menghilangkan partikulat. Teknologi ini termasuk wet scrubber, electrostatic precipitators, atau siklon. Partikulat dihilangkan secara terpisah dari tar. Meskipun dimungkinkan untuk menghapus keduanya secara bersamaan, kondensasi tar yang lengket pada permukaan partikulat dapat menyebabkan plugging dan fouling peralatan gas pengkondisian.[1]

 Wet scrubber

Wet scrubber mengumpulkan tar melalui tetesan air. Tar dan air mengalir menuju demister atau decanter dan tar terpisah dari fase cair. Penggunaan air dalam gas scrubber memerlukan suhu di pintu keluar berada di kisaran 35,60 °C. Penelitian menggunakan minyak sebagai cairan scrubber dalam sistem biomassa juga telah dilakukan, tetapi rancangan ini tidak masuk melewati tahap perkembangan eksperimental (Bridgwater, 1995).

Desain scrubber yang sering digunakan yaitu, spray towers, impingement scrubbers, baffle scrubbers, and venturi scrubbers. Mekanisme dasar pada spray tower atau scrubber terbagi menjadi tiga yaitu:

  1. Impaction

Partikel besar yang bergerak yang menuju target memiliki massa, dan oleh karena itu menghasilkan momentum, yang menyebabkan masing-masing partikel begerak lurus menuju target.  Partikel meninggalkan garis streamline karena dibelokkan untuk menggeser target. Massa partikel yang lebih besar, akan bergerak lurus. Perbedaan velocity antara partikel dan target bertambah, partikel akan menambah momentum dan akan terbawa oleh target.

  1. Interception

Mekanisme interception terjadi pada partikel dengan diameter antara 0,1 – 1 μ yang dibawa oleh aliran gas streamline secara sukup dekat ke permukaan target dengan menyentuh target. Partikel ini tidak memiliki inersia yang cukup untuk meninggalkan di aliran gas dan terbawa dengan streamline. Beberapa gas akan mengalir sangat dekat dengan partikel.

Interception mekanismenya relatif lemah untuk pengumpulan partikel disbanding dengan impaction dan diffusion. Kebetulan bahwa alur streamline dan partikel dekat dengan target. Karena ukuran partikel sulit untuk dikumpulkan dibandingkan partikel lebih besar dan lebih kecil.

  1. Diffusion

Diffusion sangat kecil, partikel submicron adalah menghasilkan gerakan Brownian. Partikel ini sangat kecil dengan massa yang sangat kecil dan jumlah tubrukan dengan molekul udara rendah. Tubrukan acak dengan molekul udara menyebabkan terpelanting. Bergerak dari satu gas streamline ke berikutnya gerakan acak. Jika waktu tidak diijinkan dan jika jarak target kecil, kemudian difusi dapat menjadi mekanisme pengumpulan yang efektif. Oleh karena itu alas an fabric filter baghouses dapat efektif untuk mengumpulkan partikel submicron.

Gambar 1. Mekanisme pengumpulan tar secara fisika

Berbagai macam desain scrubber yang tersedia termasuk spray tower, impingement scrubber, scrubber baffle, dan venturi scrubber. Hubungan antara kompleksitas dan efisiensi dari scrubber bervariasi seperti ditunjukkan pada Tabel 5 wet scrubber telah digunakan secara ekstensif dalam oven kokas dan industri pengolahan gas.

Tabel 5 Jenis wet scrubber dan ukuran partikel yang terkumpul

Pressure Drop, cm water

Particle size (μm) for 80% collection

Spray Tower

1.5 – 4.0

10

Impingement

5 – 125

1 – 5

Packed Bed

5 – 125

1 – 10

Venturi

10 – 250

0.2 – 0.8

Efisiensi penghilangan tar secara fisika dengan wet scrubber dengan berbagai jenis wet scrubber. Tabel 6 menunjukkan efisiensi penghilangan tar dalam sistem gasifikasi biomassa.

Tabel 6 Efisiensi penghilangan tar dalam sistem gasifikasi biomassa[2]

Technology

Tar removal efficiency

Spray tower

11 – 25% heavy tars

40 – 60% PAH

0 – 60% phenolics

Spray tower

29% heavy tars

Venturi scrubber

50 – 90 % not given

Venturi and spray scrubber

83 – 99 % condensable material

Venturi +cyclonic demister

93 – 99 % condensable organics

Tabel 7 Suhu operasi bermacam-macam tipe filter[3]

No. Tipe Filter Temperatur (oC)
1 Sand bed filter 10-20
2 Wash –tower 50-60
3 Rotational atomizer < 100
4 Wet electrostatic precipitator 40-50
5 Fabric filter 130
6 Rotational particle separator 130
7 Fixed bed tar adsorber 80
8 Catalytic tar cracker 900

Tabel 8 Efisiensi pengumpulan partikel dari bermacam-macam filter dengan ukuran partikel yang berbeda

No. Tipe Filter

Ukuran partikel (μm)

0,1

0,5

5

20

50

100

1 Cyclone - - 4 92 97 -
2 Electrostatic precipitator 97 93 98 99 - -
3 Venturi scrubber - 1 98 99.5 99.9 -
4 Fabric filter - 99.2 99.5 99.9 - -

Tabel 9 Kapasitas penghilangan tar dengan tipe filter yang berbeda

No

Tipe Filter

Pengurangan tar (%)

1 Sand bed filter 50-97
2 Wash –tower 10-25
3 Rotational atomizer 50-90
4 Wet electrostatic precipitator 0-60
5 Fabric filter 0-50
6 Rotational particle separator 30-70
7 Fixed bed tar adsorber 50
8 Catalytic tar cracker >95
  1. Cyclonic Spray Scrubbers

Cyclonic scrubber umumnya perangkat energi rendah sampai menengah, dengan penurunan tekanan dari 4 sampai 25 cm (1,5-10 in) air. Desain yang tersedia secara komersial termasuk scrubber siklon irigasi dan scrubber siklon semprot. Dalam siklon irigasi (Gambar 1), gas yang masuk di dekat bagian atas dari scrubber ke dalam semprotan air. Gas buang dipaksa untuk berputar ke bawah, kemudian mengubah arah, dan kembali ke atas dalam aliran spiral. Tetesan yang dihasilkan menangkap polutan, pada akhirnya dilemparkan ke dinding samping, dan membawa keluar dari kolektor. Gas yang bersih keluar melalui bagian atas ruangan.

Semprot siklon scrubber (Gambar 1) memaksa gas buang sampai melalui ruang dari tangensial bawah. Cairan disemprotkan dari nozel pada manifold diarahkan ke dinding ruang dan melalui gas buang berputar-putar. Seperti dalam siklon irigasi, cairan menangkap polutan, diarahkan ke dinding, dan keluar. Gas yang sudah bersihkan ke arah atas, keluar lurus melalui baling-baling di bagian atas ruangan.

Gambar 2 Irrigated cyclone scrubber/ scrubber siklon irigasi

Gambar 3 Cyclonic spray scrubber

Pengumpulan Partikel

Cyclonic spray scrubber lebih efisien daripada spray tower tapi tidak seefisien venturi scrubber, dalam menghilangkan partikel-partikel dari aliran gas buang. Partikel yang lebih besar dari 5 μm umumnya dikumpulkan oleh impaksi dengan efisiensi 90%. Dalam spray tower sederhana, kecepatan partikel dalam aliran gas buang rendah: 0,6 sampai 1,5 m / s (2 sampai 5 ft / detik). Dengan membuat aliran gas buang tangensial ke dalam ruang semprot, scrubber siklon meningkatkan kecepatan gas buang (demikian pula, kecepatan partikel) sekitar 60-180 m / s (200 sampai 600 kaki / detik). Kecepatan dari spray liquid dari dua alat ini sama. Kecepatan gas buang dari kira-kira 60 sampai 180 m / s sama dengan alat venturi scrubber. Namun, scrubber siklon tidak seefisien venturi karena tidak mampu menghasilkan derajat turbulensi yang sama.

Pengumpulan Gas

Kecepatan gas buang yang tinggi melalui alat ini mengurangi waktu kontak gas dengan liquid, sehingga mengurangi efisiensi penyerapan. Spray scrubber siklon mampu secara efektif menghapus beberapa gas, namun alat ini jarang dipilih untuk penghilangan polutan gas.

Masalah Pemeliharaan

Masalah perawatan utama pada cyclonic scrubber adalah sumbatan pada nozzle dan korosi atau erosi dinding sisi tubuh siklon. Nozel memiliki kecenderungan tersumbat partikel yang berada dalam recycled liquid atau partikel yang di aliran gas buang. Solusi terbaik adalah dengan memasang nozel yang dengan mudah untuk dibersihkan atau dihilangkan. Karena kecepatan gas yang tinggi, erosi dinding siklon juga dapat menjadi masalah. Bahan tahan abrasi dapat digunakan untuk melindungi tubuh siklon, terutama pada inlet.

Ringkasan

Tabel 10 Karakteristik scrubber siklon[4]

  1. Mobile-Bed Scrubbers

Mobile Bed Scrubber juga disebut moving bed. Mobile-bed scrubber yang mirip dengan packed tower. Namun, bukan memiliki packing diam, seperti packed tower, yang menggunakan bed dalam gerakan konstan. Aliran gas menyediakan energi untuk menjaga packing dalam gerakan, sementara pada saat yang sama, cairan disemprotkan di packing. Mobile-bed scrubber dapat diklasifikasikan sebagai flooded atau terfluidisasi, tergantung pada tingkat gerakan packing. Dalam membanjiri bed scrubber, packing lembut bergerak dan berputar, sedangkan di scrubber terfluidisasi, packing mengendap, atau fluidisasi dalam bed.

Mobile-bed scrubber dikembangkan untuk menyediakan transfer massa yang efektif (penyerapan) karakteristik menara packed dan plate, tanpa masalah sumbatan. Packing yang dibasahi mempunyai area yang luas untuk kontak gas-ke-cair, menimbulkan absorption. gerakan ini membersihkan tempat bed dari setiap partikel disimpan. Alat ini efisiensi penghilangan yang baik untuk baik partikulat maupun polutan gas.

Flooded bed scrubber (Gambar 3) bagian berisi packing mobile (bola) dengan kedalaman 10 sampai 20 cm (4 sampai 8 inci). Bola biasanya terbuat dari plastik, namun bisa juga terbuat dari kaca atau marmer. Aliran gas buang masuk dari bawah sementara cairan yang disemprot dari atas atau bawah packing.

Gambar 4 Flooded-bed scrubber

Gelembung terbentuk di bed membuat lapisan buih di atas bed sekitar dua kali tinggi bed itu. Lapisan busa turbulen memberikan luas permukaan untuk menyerap polutan gas dan menghilangkan partikel halus. Karena kecepatan gas yang tinggi, entrainment pemisah diperlukan untuk mencegah butiran air terikut.

Fluidized bed-scrubber mirip dengan Flooded bed scrubber, kecuali untuk tingkat gerakan packing. Dalam scrubber fluidized-bed, kecepatan gas buang (1,8-4,8 m / s, atau 6 sampai 16 ft / detik) cukup tinggi untuk menjaga bed dalam gerakan konstan di antara grid yang lebih rendah dan atas. Packing terbuat dari polypropylene atau polyethylene berbentuk bola plastik yang berongga, menyerupai bola pingpong. Tinggi packing biasanya 0,3-0,6 m (1 sampai 2 ft) tebal dengan zona buih sekitar 0,6 m (2 ft) tebal di atas packing. Saat digunakan sebagai penyerap gas (absorpsi), disebut sebagai turbulent-contact absorbers (TCA).

Gambar 5 Fluidized-bed scrubber

Pengumpulan Partikel

Dalam mobile bed scrubber, partikel dapat dikumpulkan di tiga tempat. Pertama, semprotan digunakan untuk menghilangkan partikel kasar di inlet bawah bed. Partikel juga ditangkap pada permukaan packing yang terbasahi. Akhirnya, partikel kecil ditangkap olah buih atau busa, lapisan di atas bed. Alat ini umumnya digunakan untuk menghilangkan partikel dengan diameter 2 sampai 3 μm. Penurunan tekanan dalam mobile bed scrubber dari rentang 5 sampai 15 cm (2 sampai 6 inci) air per packing.

Pengumpulan Gas

Mobile-bed scrubber mampu menghilangkani gas-polutan dengan efisiensi tinggi. Gerakan baik gas di sekitar packing dan disemprot terus-menerus menyediakan waktu pencampuran liquid dan kontak yang sangat baik agar terjadi penyerapan. Mobile-bed scrubber mempunyai efisiensi yang sama sebagai packed dan plate tower tanpa adanya masalah sumbatan.

Mobile-bed scrubber telah digunakan untuk menghilangkan SO2 dari gas buang boiler menggunakan kapur atau slurry batu kapur yang diinjeksi sekitar 8 L/m3 (60 gal/1000 ft3) dari gas buang. Bila untuk menghilangkan partikel diinjeksikan sekitar 0,4 L/m3 (3,0 gal/1000 ft3).

 

Masalah Pemeliharaan

Mobile-bed scrubber dirancang untuk meminimalkan masalah sumbatan dan kerak air melalui gerakan konstan dari packing berbentuk bola. Namun, masalah  terjadi pada inlet scrubber atau pada grid packing. Penumpukan kerak air dapat menyebabkan distribusi aliran udara yang tidak merata melalui bed. Hal ini mengakibatkan aliran udara pada beberapa daerah packing bed memiliki kecepatan gas yang tinggi, sedangkan kecepatan gas di daerah lain jauh lebih rendah. Hal ini dapat mengakibatkan penurunan efisiensi alat dan akumulasi cairan yang berlebihan. Mengatur semprotan inlet dapat memecahkan masalah ini. Seperti halnya sistem semprot, nozel juga dapat menjadi masalah besar dalam pemeliharaan. Pemeliharaan nozzle menjadi perhatian khusus dalam untuk bahan lime (kapur) atau limestone karena dari jumlah padatan banyak dalam liquid daur ulang.

Kerusakan bola juga bisa menjadi masalah. baik bola plastik atau marmer yang mampu menahan suhu tinggi. Kerusakan bola yang saling menggesek satu sama lain juga dapat menjadi masalah. Bola kaca umumnya dapat menahan kondisi abrasif, sedangkan bola plastik tidak bisa, sehingga mereka cepat aus.

 

Ringkasan

Tabel 11 Karakteristik mobile-bed scrubbers[5]

 

  1. Baffle Spray Scrubbers

Gambar 6 Baffle Spray Scrubbers

 

Pengumpulan Partikel

Alat ini digunakan untuk menghilangkan partikel lebih besar dari diameter 10 μm. Namun, mereka kan cenderung menimbulkan plug atau korosi jika konsentrasi partikel pada aliran gas buang tinggi.

Pengumpulan Gas

Meskipun perangkat ini tidak khusus digunakan untuk menghilangi polutan gas, tapi mampu menyerap gas karena luas permukaannya yang basah.

Ringkasan

Alat ini paling sering digunakan sebagai precleaners untuk menghilangkan partikel besar (diameter > 10 μm). Penurunan tekanan di scrubber penyekat biasanya rendah, begitu juga dengan efisiensinya. Masalah pemeliharaan yang minimal. Masalah utama adalah penumpukan padatan pada baffle. Tabel merangkum karakteristik operasi dari baffle scrubber spray.

Tabel 12 Karakteristik mobile-bed scrubbers[6]

 

  1. Mechanically Aided Scrubbers

Selain menggunakan semprotan cairan atau aliran gas buang, sistem scrubbing dapat menggunakan motor untuk pasokan energi. Motor menjalankan rotor, kemudian menghasilkan tetesan air untuk menghilangkan gas dan partikel. Sistem yang dirancang dengan cara ini memiliki keuntungan yaitu membutuhkan ruang kecil dari scrubber lain, tetapi mereka secara keseluruhan kebutuhan listrik cenderung lebih tinggi dari scrubber lain dengan efisiensi sama. Kerugian daya yang signifikan terjadi pada menjalankan rotor. Oleh karena itu, tidak semua daya yang digunakan dikeluarkan untuk gas-cair kontak.

Scrubber-fan sentrifugal dapat berfungsi baik sebagai penggerak udara dan alat pengumpul. Gambar menunjukkan sistem dimana air disemprotkan ke bilah kipas bergerak secara cocurrent (searah) dengan gas buang. Beberapa gas polutan dan partikel dihilangkan pada saat melewati semprotan. Tetesan air maka menabrak pisau/bilah kipas tetesan menjadi lebih kecil sehingga untuk kontak lagi. Penghilangan juga dapat terjadi pada film cairan yang membentuk pada bilah kipas. Pisau berputar memaksa cairan dan partikel dikumpulkan dari pisau.

Tetesan cairan yang terpisah dari aliran gas karena gerak sentrifugal. Tidak ada kerugian tekanan terjadi di internal scrubber, namun daya yang hilang setara dengan penurunan tekanan 10,2-15,2 cm (4 sampai 6 inci) dari air karena efisiensi blower rendah.

Gambar 7 Centrifugal-fan scrubber

Mechanically aided scrubber, diinduksi-semprot, terdiri dari sebuah rotor berputar dalam kolam cairan. Rotor berputar menghasilkan semprot tetesan halus. Dengan gerakan gas proses melalui spray, partikel dan polutan gas kemudian dapat dihilangkan. Gambar menunjukkan scrubber diinduksi-semprot yang menggunakan sebuah rotor vertikal-semprot.

Gambar 8 mechanically aided scrubber

Pengumpulan Partikel

Mechanically aided scrubber efisiensi pengumpulan tinggi untuk partikel dengan diameter dari 1 μm atau lebih. Namun, mencapai efisiensi yang tinggi ini biasanya membutuhkan input energi yang lebih besar dibandingkan dengan scrubber lain yang beroperasi pada efisiensi yang sama. Alat ini, sebagian koleksi partikel terjadi dalam tetesan cairan yang terbentuk oleh pisau berputar atau rotor.

Pengumpulan Gas

Mechanically aided scrubber umumnya tidak digunakan untuk penyerapan gas. Waktu kontak antara gas dan fasa cair yang sangat pendek, membatasi penyerapan. Untuk menghilangkan gas, dapat jauh lebih baik per unit energi dikonsumsi

Masalah Pemeliharaan

Seperti dengan hampir perangkat apapun, penambahan bagian yang bergerak mengarah ke peningkatan potensi masalah pemeliharaan. Mechanically aided scrubber memerlukan biaya pemeliharaan lebih tinggi dari sistem lain kolektor basah. Bagian yang bergerak sangat rentan terhadap korosi dan fouling. Selain itu, bagian yang berputar tunduk terhadap getaran yang disebabkan kelelahan atau keausan, menyebabkan mereka menjadi tidak seimbang. Bahan tahan korosi untuk scrubber ini adalah sangat mahal, karena itu, perangkat ini tidak digunakan dalam aplikasi dimana korosi atau bahan lengket dapat menyebabkan masalah.

 

Ringkasan

Mechanically aided scrubber telah digunakan untuk mengontrol aliran gas buang yang mengandung partikel. Mereka memiliki keunggulan yang lebih kecil daripada sistemscrubber lain, karena kipas dimasukkan ke scrubber. Selain itu, rasio. cair ke gas rendah Kelemahannya yaitu pemeliharaan umumnya dengan persyaratan tinggi, efisiensi penyerapan rendah, dan biaya operasi yang tinggi. Kinerja karakteristik mechanically aided scrubber diberikan dalam Tabel 13.

Tabel 13 Karakteristik mobile-bed scrubbers[7]

Electrostatic precipitatorsbasah [8]

Electrostatic precipitators basah dapat digunakan untuk menghapus tar dari aliran gas produk. Penghilangan tar didasarkan pada prinsip yang sama seperti penghilangan partikulat, dengan ionisasi droplet (tetesan) tar diikuti oleh migrasi dari droplet terionisasi ke titik pengumpulan muatan. Untuk pengumpulan tar, desain kawat dan tabung yang lebih disukai untuk elektrostatik precipitator daripada kolektor tempat yang digunakan untuk partikulat. Permukaan kolektor dicuci terus menerus untuk menghapus komponen tar. Teknologi ini dapat beroperasi sampai sekitar 150 ° C, tetapi dimungkinkan beroperasi pada suhu yang lebih rendah untuk menghilangkan tar untuk menghindari penguapan tar.

Electrostatic precipitators sangat efisien dalam menghilangkan baik tar maupun partikulat dari aliran gas, dan dapat menghapus hingga 99% bahan dengan diameter di bawah 0,1 μm. Teknologi ini matang dan tersedia secara komersial untuk berbagai aplikasi. Penggunaan sistem ini dengan gasifiers biomassa skala besar masih jarang. Modal yang tinggi dan biaya operasi dari sistem ini menjadi hambatan utama. Tes dengan electrostatic precipitators juga telah diselesaikan dalam sistem skala kecil (Hasler, et al, 1997), tetapi kesulitan operasional ditemui.

Barrierfilter

Barrier filter dari berbagai jenis telah digunakan dalam sistem gasifikasi biomassa untuk penghilangan tar. Tar ditangkap oleh pelampiasan dari aerosol terkondensasi pada permukaan filter. Karena dalam bentuk cair, tar adalah lebih sulit untuk menghilangkan dari permukaan filter dari kering partikulat. Masalah menghilangkan tar dari permukaan filter diperparah ketika terdapat partikulat karena filter cake yang dihasilkan tidak dapat dengan mudah dibersihkan dari permukaan filter. Perbedaan karakteristik membuat filter penghalang kurang cocok untuk tar removal daripada penghilangan partikulat. Barrier filter termasuk filter kantong kain dan filter gas panas yang kaku terbuat dari logam atau keramik umumnya tidak sesuai untuk penghilangan tar dalam sistem gasifikasi biomassa. Akumulasi tar pada permukaan filter menyebabkan sumbatan.

Packed bed filter telah digunakan oleh banyak skala kecil gasifikasi biomassa fasilitas untuk menghilangkan tar, dan beberapa penelitian baru-baru ini telah dilakukan pada packed bed filter. Bahan kemasan telah memasukkan chip kayu serbuk gergaji, gabus, dan pasir. Sedangkan packing filtrasi cukup memadai untuk menfilter tar, namun juga menimbulkan masalah operasional terkait untuk membersihkan filter dan pembuangan limbah. Filter ini mungkin cocok untuk sistem kecil yang beroperasi di lokasi terpencil di mana tenaga kerja murah, tetapi mereka tidak yang dimasukkan ke dalam desain untuk skala besar fasilitas komersial karena operasional dan pertimbangan biaya.

Siklon filter

Siklon filter dan gaya sentrifugal pemisah lainnya juga teknologi mekanis yang potensial dapat digunakan untuk menghilangkan tar. Teknologi ini beroperasi pada prinsip yang sama untuk menghilangkan partikulat, menggunakan gaya sentrifugal untuk memisahkan padatan dan aerosol dari gas. Contoh termasuk siklon, u-tabung, atau pemisah pusaran. Teknologi yang terbaik cocok untuk menghilangkan bahan-bahan yang lebih besar, biasanya yang dengan diameter dari 5 μm atau lebih besar.

Dalam prakteknya, siklon dan pemisah sentrifugal yang terkait tidak digunakan untuk menghilangkan tar disistem gasifikasi biomassa. Kombinasi dari partikulat dan tar yang lengket dalam aliran gas menciptakan deposisi material pada permukaan siklon yang sulit untuk menghilangkan dalam operasi normal. Bahkan jika partikulat telah dihilangkan sebelum kondensasi tar, siklon efektif untuk menghilangkan tar aerosol berdiameter kecil yang mencakup material di bawah 1 μm. Sebagai Hasilnya, siklon bukan cara praktis untuk menghilangkan tar dari gasifikasi biomassa baku produk.

-galz-

[1] Don J. Stevens. August 2001. Hot Gas Conditioning:  Recent Progress With Larger-Scale Biomass Gasification Systems. NREL/SR-510-29952

[2] Don J. Stevens. August 2001. Hot Gas Conditioning:  Recent Progress With Larger-Scale Biomass Gasification Systems. NREL/SR-510-29952

[3] Nikola Sundac. Catalytic Cracking of Tar from Biomass Gasification. Department of Chemical Engineering,, Lund University, P. O. Box 124, SE-221 00 Lund, Sweden

[4] Lesson 6. Combination Devices – Liquid-Phase and Gas-Phase Contacting Scrubbers

[5] Lesson 6. Combination Devices – Liquid-Phase and Gas-Phase Contacting Scrubbers

[6] Lesson 6. Combination Devices – Liquid-Phase and Gas-Phase Contacting Scrubbers

[7] Lesson 6. Combination Devices – Liquid-Phase and Gas-Phase Contacting Scrubbers

[8] Don J. Stevens. August 2001. Hot Gas Conditioning:  Recent Progress With Larger-Scale Biomass Gasification Systems. NREL/SR-510-29952

  1. Katalitik dan Thermal Tar Destruction

Merengkahkan Tar menjadi komponen berat molekul teringan. Dapat dilakukan dengan proses:

Catalytic cracking processes

Tar cracking didefinisikan sebagai suatu proses memecah molekul hidrokarbon tar yang lebih besar, lebih berat, dan lebih kompleks menjadi lebih sederhana dan molekul ringan oleh aksi panas dibantu adanya katalis tanpa penambahan hidrogen.[1]

Katalis yang digunakan untuk proses tar cracking yaitu katalis Ni-based dan dolomite. Ketika katalis Ni-based digunakan, konsentrasi tar dalam gas produk berkurang secara signifikan dengan cara reforming tapi karena proses tersebut berlangsung endotermis, sebagian energi ikatan kimia harus dibakar untuk mempertahankan proses ini. Efek tersebut menurunkan efisiensi proses gasifikasi. Dilakukan dengan suhu 800-900oC, katalis yang digunakan dolomite, olivine dan nikel.

Sebaliknya, penggunaan dolomite sebagai katalis mengubah tar itu sendiri, sedangkan hidrokarbon ringan seperti metana, etana, dan propane masih tetap utuh. Secara simultan transformasi tar.

Dolomit adalah bijih kalsium magnesium rumus kimia umum CaMg(CO3)2 dengan sejumlah kecil impurities. Agar dolomit menjadi aktif untuk konversi tar, harus dikalsinasi terlebih dahulu. Kalsinasi melibatkan dekomposisi karbonat mineral, menghilangkan CO2 untuk membentuk MgO-CaO, pada suhu tinggi (biasanya 800-900 °C).

Penggunaan efektif dolomit sebagai katalis adalah dibatasi oleh temperatur relatif tinggi dan tekanan parsial CO2. Komposisi dolomites untuk aktivitas katalitik, telah ditunjukkan pada peningkatan kandungan besi di Dolomites, yaitu Fe2O3, dapat meningkatkan aktivitas eliminasi tar menjadi sebesar 20%.

Dolomites cukup murah dan bahan berlimpah sangat menarik digunakan sebagai katalis tar cracking. Di sisi lain, dolomites yang sudah dikalsinasi yang agak lunak sehingga dapat terkikis cepat sebagai akibat dari fenomena gesekan dalam fluidized bed reaktor. Kelemahan lain adalah penggunaan dolomites bahwa mereka tidak sangat aktif untuk penghilangan tar dan sebagai akibatnya, sering digunakanpelindung di bed. Walaupun sangat aktif namun lebih mahal dari katalis berbasis Ni.

Olivin terdiri dari: MgO, SiO2, dan Fe2O3 beberapa komponen minor. Tidak seperti dolomit, olivin adalah bahan berpori yang memiliki luas permukaan sangat rendah dan volume pori diabaikan. Keuntungan utama dari olivin, dibandingkan dengan dolomit adalah resistensinya terhadap gesekan. Tingkat harga olivin dan dolomit pada range yang sama. Pretreatment olivin sangat penting untuk aktivitas olivin seperti untuk dolomit.

Corella et al.[1] melakukan penelitian beberapa tambahan di bed dalam gasifikasi biomassa dengan udara dan membuat kesimpulan bahwa dolomit dikalsinasi lebih efektif untuk di-bed tar removal (~ 1,40 kali) dibandingkan olivin yang tidak ditreatment dahulu tetapi pada saat yang sama menghasilkan lebih banyak partikulat dalam gas gasifikasi (~ 4-6 kali).

Pada titik ini pembangunan gasifikasi, tidak ada kesimpulan akhir, baik olivin maupun dolomit yang mana lebih baik digunakan untuk bed dalam gasifikasi biomassa. Selanjutnya penelitian dan tekno-ekonomis analisis harus dilakukan di masa depan. Katalis FCC (Fluid Catalytic Cracking) telah diidentifikasi sebagai katalis tar cracking tetapi penelitian lebih lanjut tentang katalis FCC diperlukan untuk memutuskan apakah cocok atau tidak digunakan dalam proses tar cracking gasifikasi biomassa.

Katalis        : Calcined dolomite, olivine, dan nickel-based catalysts.

Penelitian : activated clay (130 m2/g), acidified bentonite (92 m2/g), raw bentonite (10 m2/g), dan

clay housebrick (15 m2/g).

Hasil            : activated clay – menangkap tar paling banyak

housebrick – menangkap tar 2 x lebih banyak dari raw bentonite

Thermal process

Pada proses ini digunakan suhu hingga 900-1100oC oC dan tekanan 700 kpa. Partikel ringan yang kaya akan hidrogen terbentuk pada penguraian molekul berat yang terkondensasi. Reaksi sebenarnya dikenal sebagai homolitik fision.

Suhu minimum yang diperlukan tergantung pada jenis tar terbentuk di gasifier. Dengan demikian, termal destruction dari tar beroksigen dari gasifiers updraft mungkin diatasi pada 900 ° C sedangkan yang sulit diatasi dari reaktor temperatur tinggi mungkin memerlukan suhu 1200 °C atau lebih. Kesulitan penggunaan perengkahan termal lengkap dikarenakan pertimbangan operasional dan ekonomi membuat perengkahan termal kurang menarik pada skala besar gasifier menggunakan biomassa bersih bahan baku.

Perengkahan termal telah diuji untuk membuang tar dari pirolisis gasifikasi atau berbagai limbah organik. Sebagai contoh, proses Thermoselect untuk menghancurkan tar yang diproduksi selama pembuangan berbagai limbah. Dalam proses ini, O2 ditambahkan ke reaktor untuk membakar tar dan meningkatkan suhu sampai 1200 °C atau lebih. [2]

Cooling gas

Kandungan gas dengan kadar tar rendah yaitu pada suhu 60-80 oC dengan air dan menggunakan electrostatic precipitator untuk menangkap aerosol yang terbentuk.

-galz-


[1] Corella J., Toledo J.M., Padilla R., Olivine or Dolomite as In-Bed Additive in Biomass Gasification with Air in a Fluidized Bed: Which is better? Energy & Fuels, Vol. 18, pp. 713-720 (2004).

[2] Don J. Stevens. August 2001. Hot Gas Conditioning:  Recent Progress With Larger-Scale Biomass Gasification Systems. NREL/SR-510-29952

Proses pembuatan DME, melalui 2 sintesa reaksi langsung dan tidak langsung. Proses reaksi DME langsung merupakan hasil sintesa methanol dari syngas dan dehidrasi methanol yang terproses dalam reaktor yang sama.[2]

Direct synthesis

Reaksi Langsung:

3 CO + 3 H2 –> CH3OCH3 + CO2 (Metode JFE) reaksi exothermis

3 CO + 4 H2 –> CH3OCH3 + H2O (Metode Topsoe dan APCI) reaksi exothermis

Tipe reaktor dasar  yang digunakan untuk sintesa reaksi langsung mirip dengan reaktor sintesa FT (Fischer-Tropsch) atau reaktor sintesa methanol.

Keuntungan:

  • Prosesnya sederhana, peralatan yang dipergunakan sedikit.
  • Biaya investasi untuk peralatan yang dipergunakan sedikit.
  • Konversinya tinggi, yaitu >75%.

Kerugian:

  • Suhu operator tinggi.

Indirect synthesis

Sedangkan proses sintesa tidak langsung yaitu proses sintesa gas alam atau syngas menjadi metanol kemudian dilanjutkan dengan proses dehidrasi metanol. Melalui rute ini persamaan reaksi yang terlibat adalah sebagai berikut:

Methanol synthesis-1                  CO + 2 H2 –> CH3OH              +90.7 kJ/mol (1)

Methanol synthesis-2                 CO2 + 3 H2 –> CH3OH +H2O +49.4 kJ/mol (2)

Methanol dehydration               2CH3OH –> CH3OCH3 + H2O +23.4 kJ/mol (3)

Overall                     CO + CO2 + 5 H2 –> CH3OCH3 +2H2O  +163.5 kJ/mol (4)

Kentungan:

  • Suhu dan tekanan operasi reaktor relatif rendah.

Kerugian:

  • Peralatan yang digunakan lebih banyak.
  • Menggunaakan asam sulfat yang berfsifat korosif sehingga diperlukan peralatan dengan bahan konstruksi yang tahan terhadap korosi yang harganya lebih mahal.
  • Konversinya rendah, yaitu : 45%.

Dengan proses ini teknologinya telah proven dan secara komersial telah beroperasi. Kapsitas produksi actual proses ini adalah sangat kecil bila dibandingkan untuk persyaratan DME sebagai bahan bakar. Akan tetapi teknologi dehidrasi ini adalah serupa dengan teknologi pembuatan methanol bahkan lebih sederhana.

Untuk menggantikan gas alam sebagai bahan baku utama pembuatan DME, maka dapat menggunakan bahan baku alternatif syngas. Syngas merupakan produk hasil dari proses gasifikasi baik biomassa maupun batubara.

Proses Pembuatan DME di Indonesia

Pabrik pembuatan DME telah ada di Indonesia yang dikelola oleh PT. Bumi Tangerang Gas Industri. Pabrik ini merupakan satu-satunya pabrik DME di Asia Tenggara yang menggunakan bahan baku methanol. Sehingga reaksi yang terjadi di dalam reaktornya hanyalah reaksi dehidrasi methanol menjadi DME. Kapasitas pabrik ini adalah sekitar 3000 ton DME per tahun.

Proses Pembuatan di Negara Lain yang Sudah Proven

Proses pembuatan DME yang sudah proven baik langsung maupun tidak langsung. Berikut ini reaksi DME langsung telah dikembangkan  oleh beberapa perusahaan.

Tabel 1. Perbandingan reaksi DME langsung antara single-type catalyst dan beberapa mixed catalyst yang dikembangkan oleh beberapa perusahaan[1]

Catalyst

Single type

Mixed type

(Cu-Zn/Al2O3 prepared using sol-gel method)

(Methanol-synthesis, dehydration condensation, and water-gas shift reaction catalysts)

Developer

Shizuoka Univ.

JFE (NKK)

Air Products

Topsoe

KOGAS

H2/CO Ratio

1.0

1.0

0.7

2

1.0

Reactor type

Fixed bed reactor

Slurry reactor

Slurry reactor

Fixed bed reactor

Fixed bed reactor

Reaction temperature (oC)

220

250-280

250-280

210-290

240-260

Reaction pressure (MPa)

1.6

5-6

5-10

7-8

5-6

One-pass conversion (%)

5-15

55-60

33

18

?

DME/(DME+ Methanol) (%)

98

90

30-80

60-70

85-95

Tabel 2. Kondisi Reaksi sintesa DME, FT, dan metanol [2]

Reaction Pressure Temperature Heat of reaction@25oC Product
DME synthesis (Direct method) 3 CO + 3 H2 à CH3OCH3 + CO2(Metode JFE)3 CO + 4 H2 à CH3OCH3 + H2O (Metode Topsoe dan APCI) 5 MPaG 240 ~ 280 oC 246 kJ/mol-DME (82 kJ/mol – CO)205 kJ/mol-DME (103 kJ/mol – CO) Gas
FT synthesis nCO + 2n H2 à (-CH2- )n+ nH2O 2.2 ~ 2.7 MPaG 220 ~ 320 oC 150 – 160 kJ/mol – CO Liquid
Methanol synthesis 3 CO + 3 H2 à CH3OH3 CO + 4 H2 à CH3OH+ H2O 7.7 ~ 9 MPaG 180 ~ 270 oC 91 kJ/mol – MeOH (91 49 kJ/mol – MeOH Gas

 Tabel 3. Perkembangan tekonologi sintesa DME langsung di Jepang [2]

Proses

JFE

Air Product & Chemicals

Haldor Topsoe

Umpan(H2/CO) dari syngas

Tipe Reaktor

Coal derived gas, Natural gas

1

Slurry phase

Coal derived gas

0,7

Slurry phase

Natural gas

2

Fixed bed

Kondisi reaksiTemperatur (oC)Tekanan (Mpa)

Formula reaksi

240 – 280

5 ~ 6

Reaksi (1)

250 – 280

5 ~ 10

Reaksi (1)

210 – 290

7 ~ 8

Reaksi (2)

Konversi (%)DME/(DME+MeOH) (%)

50 – 60

91

33

30 – 80

18

60 – 70

Sejarah perkembangan 1989 ~ : Autoclave1995 ~ : 50 kg/bench1997 ~ : 50 t/hari Pilot

2002 ~ : 100 t/hari Demo

1986 ~ : Autoclave1991 ~ : 4 t/hari Pilot 1993 ~ : 50 kg/hari Bench

Referensi:

  1. Kaoru Takeishi dan Yoshimi Akaike. Direct Synthesis of Dimethyl Ether (DME) from Syngas. Department of Materials Science and Chemical Engineering: Shizuoka University. ISSN: 1790-5095. ISBN: 978-960-474-159-5.
  2. Japan DME Forum. 2007. DME Handbook. Ohmsha, Ltd.

Amin.. dg senyum =)

Beginilaaah kalo suami gak ada, kurang kerjaan. Alhasil, ngenetlah pilihanku… Aku harus bisa mengalihkan pikiranku supaya tidak mengganggunya. Karena kadang suamiku Bete kalo2 aku telp malam2 hanya untuk ngomong gak penting. Padahal penting juga lho komunikasi….Ya memang kerjanya overtime kadang, sampe malem, dan kerjaan selalu numpuk. Tidak seperti kerjaku yang hanya duduk manis di kursi.

Oh ya kabar gembiraaaa sekali uda lama gak posting, Alhaaaaamdulillaaaah aku hamil, ini uda minggu ke 27, insyallah prediksinya kaya gt. Deg2an pastinya… tapi saaaaangaat happy… setelah penantian 9-10 bln blm diberi kepercayaan…

Kalo ingat sebelum itu, sempat aku hampir down karena blm hamil juga, byk juga yg ngasih saran ini-itulah, minum ini-itu, gaya apa aja, nanya2 tiap hari “uda hamil?” (ini pertanyaan basa-basi yg menohok, kalo setiap hari selama 9-10 bln), nanya kita nunda punya anak.. dan sampai capek menjawab. Tapi yang jelas gak ngaruh ama kita berdua, tetep aja yg namanya khafillah berlalu…hehehehe (gaya banget!) Dan sekarang kalo ditanya apa rahasianya. “Gak tau karena semua dicoba”, jadi gak tau mana yg bikin berhasil.

Akhirnya jadi sadar juga, aku tidak akan menanyakan hal basa-basi itu ke temen2 ku yg baru menikah atau sudah lama menikah. Tanya basa-basi yg lain seperti “gimana rasanya nikah?” “uda bisa masak apa aja?” (sama kok aku juga gak bisa masak selain masak air) hehehe

Waktu itu juga kita uda bingung mau tes kandungan dan suami tes sperma, alhamdulillah aku baik2 aja, sel telur matang dan sempurna, tapi suamiku agak enggan tes sperma… Hampir aja waktu itu, aku bersikeras agar suamiku tes, hahaha berarti aku curiga ya?? Uda sempet browsing tes sperma dimana. Tapi…=)

Dan setiap sholat jamaah doa kami selalu sama “Ya Allah karuniakanlah kepada kami keturunan yg soleh solehah…” Dan aku menjawab “Amin…” dengan menahan airmata jatuh. Dulu sempat sampe karena gak tahan terharu, tumpahlah airmata ini…hahaha India bgt yaaah? Karena hampir setiap hari hanya itu yg kami panjatkan….

Dan… alhamdulillah penantian itu uda berakhir, tidak ada lagi saling curiga, dan berganti dengan penantian lainnya. Si baby, tumbuh sehat, lengkap, normal, dan soleh-solehah. Dan doa kami sekarang berganti ” Ya Allah terima kasih atas karunia dan kepercayaan yang telah Engkau berikan..” Kali ini aku menjawab ” Amin..” dengan tersenyum.

Setelah itu, malam sebelum tidur, kepikiran seneeeeng bgt. Aku bilang “Terima kasih ya Kung uda ngasih Dinda baby.” “Sama Kung juga terima kasih ya Dinda..” Hahaha India-indiaan gitu ceritanya. Malu bgt..

Kurang 3 bln lagi, tapi rasanya uda lama bgt my baby ngendon di perut bunda…=) Sehat2 ya nak… Bunda gak peduli laki2 perempuan, bagi ayah-bunda sama, yang penting sehat jasmani rohani, cerdas, tanpa kurang apapun… Amin…

Asiik…asik… aku besok mulai mudik. Begitu pula dengan teman2 yg lain, malah suda ada yang hari ini. Gembiraaa sangaadh….=D

Kumat 4L4Y’nya… Hari ini uda gak konsen buat kerja, tapi emg sih sebenarnya juga gak kerja ngapa2in..hehehe…. Biasa Departemen selalu begitu tidak ada deadline, kecuali ada proyek di luar. Tapi itu pun jarang banget. Emg aku sendiri sadar, sebenarnya ngapain aja selama ini? Aku sudah berada di comfort zone yang gak bisa lg lepas. Tapi aku berusaha untuk selalu belajar terus, meskipun sekarang aku sudah tidak mau sekolah lagi. Aku takut banyak hal yang aku kecewakan nantinya. Aku tidak akan mau sekolah lg kalo aku tidak keluar dari sini. Hehehe…. Aku tidak mau terikat ‘kontrak’.

Tapi kantor ini benar2 comfort bagi org2 tertentu yang memang mrk menginginkan comfort zone. H-1 mudik ini benar2 tenang, suasana mendukung untuk internetan sampai pulang kantor. Dan berikut hal-hal yang aku lakukan dari pagi – sore:

07.30 – 10.12 Fesbuk, komen2 ke status teman, komen foto, surfing data sampai temannya teman, cari wallpaper westlife dan the beatles.. Wiiidiiiiih….kurang kerjaan…

10.12 – 10.25 Persiapan mau ke bank, tuker uang buat angpao sodara2.

10.25 – 11.29 Melakukan transfer uang honor ke beberapa orang, pencairan cek, pengambilan uang tunai, cek saldo, cek uang masuk.

11.29 – 12.26 Persiapan menuju sabang untuk makan siang, pembagian honor, menunggu tanda tangan honor deputi.

11.26 – 13.30 Makan siang rujak cingur, beli amplop buat angpao, beli mp3 michael buble.

13.30 – 14.57 Browsing hal2 gak penting, game online, fesbuk, dan nulis blog.

Dilihat dari susunan acara, hari ini memang gak bekerja sama sekali…Hahahaha….

Ada hal yg belum aku tahu

Sebuah pesan hidup telah aku dapat saat aku kemaren potong rambut. Aku sendiri ke salon, maklum suamiku sedang ke luar kota, sebenernya ada temen jg sih lg nginep di rumah, tapi kasian dia lg puasa, jd aku sendiri ke salon. Aku ke salon dengan si Grandy tercinta, motor th ’94-’96 ini motor milik suamiku, tapi sangat sayang untuk tergantikan dengan yg laiun karena motor itu adalah awal perjalanan hidupnya…

Sampailah aku di salon itu, aku sempat agak emosi karena pelayanan yang lama dan cuma dijanji’in aja. “Bentar ya mbak, nanti lgs kami layani mbak.”

Aku yang terburu waktu karena temanku ada di rumah sendirian. Aku hampir saja hengkang dari tempat itu. Sejenak pikiranku teralihkan oleh dua orang suami istri paruh baya. Sang suami dengan sabarnya menunggu sang istri, bahkan suami yang meminta para pekerja untuk merawat istrinya, sang istri hanya berdiam diri saja duduk di kursi tunggu.

“Mbak kalo istri saya mau potong rambut berapa? sekalian ya creambathnya?” tanya sang suami.

“70.ooo ribu pak?” jawab si pekerja.

“Kalau paket lulur ada tidak mbak? Pijet refleksi gitu?”

“Untuk bapak?”

“Bukan itu semua untuk istri saya.” jawab bapak itu tegas.

“Ya saya juga mau paket lulur untuk istri saya, pasti nanti cantik kan mbak setelah keluar salon ini..?” tanyanya sambil tersenyum.

“Saya mau istri saya cantik setelah keluar dari salon ini.” Ulangnya sekali lagi.

Aku hanya terdiam yang sedikit berpikir andai aku sang istri pastinya aku akan malu setengah mati. Hadooooh, ada ya suami yg segitunya ngurus istri….Aku malu punya suami seperti dia.

“Mmm…. kalo itu ibu harus rutin perawatan.” Jawab si pekerja dengan ragu2. Sempat kulihat senyum di wajah si pekerja saat sang bapak tanya hal itu. Mungkin berpikiran sama denganku.

“Mbak kalo bisa pijetnya yang enak ya soalnya istri saya lg capek.”

Weeedeeew, apa2an?….batinku. Pandanganku buyar oleh panggilan pekerja salon yang mengajakku untuk potong rambut. Setelah kurang lebih 2 jam, selesai juga potong rambutnya. Kulihat luar hujan lebat. Dan aku khawatir si Grandy mogok. Aku sendirian, gak ada yang bisa nolong kalo mogok.

Aku segera membayar dan keluar dari salon itu. Di luar memang hujan lebat. Aku memakai jas hujan dan mulai menstarter si Grandy. Grandy ngambek karena kena hujan, pasti busi-nya kena air, aku gak ngerti apa2…

Kulihat seorang pria berdiri masih muda, sepertinya nunggu sang pacar di salon, aku berharap dia menolongku. Tapi dengan cueknya hanya melihatku yang kesusahan. Paraaaah, aku mikir pasti kalo di Sby orang gak mikir2 lagi untuk nolong, meskipun omongan kasar tapi berhati lembut…Ciiiyeee. Tapi beda di sini. Aku menyesalkan kota ini. Sangat menyesal.

Untungnya ada bapak parkir mobil dengan tergopoh2 pincang, dia menyarankanku untuk berteduh, bapak itu pun tidak bisa menolong, karena kakinya yg pincang.

Untungnya bapak paruh baya itu memdatangiku, dan dia lgs mencoba menstarter sepedaku. Beberapa kali, dan langsung bisa.

Alhmdulillah. Sambil menunggu mesin panas. Aku sedikit basa-basi ngobrol. Awalnya aku sempat gak enak gara2 aku mikir yang gak2 waktu dia ngurus istrinya di salon itu.

“Pulangnya nanti aja mbak, masih hujan. Nanti mati lg lhoo.” katanya sambil senyum.

“Iya pak makasih ya pak. Mungkin saya akan nungg sampai mesin panas.” jawabku.

“Masih sekolah mbak? Kok sendirian ke salonnya?” Aku sedikit tersanjung dengan pertanyaannya. Dia juga belum tau klo aku uda nikah. Hehehehehe….

“Gak pak saya sudah kerja, gak papa pak biasa kemana-mana sendiri.”

“Saya lagi nungguin istri saya ke salon.” tambahnya.

“Iya, yg tadi ya pak, saya lihat di dalam.”

“Gak papa itung-itung menyenangkan dia.” Kata-katanya sambil menerawang jauh.

Saat itu aku sadar, ada beberapa hal yang aku belum tahu. Aku melihat rautnya yang sedih dan tetap senyum menjawabku. Aku tahu.

“Kenapa pak?” pertanyaanku, yang seolah-olah aku sudah tahu jawabannya. Sebenarnya takingin bertanya, tapi aku pikir karena dia sudah bercerita di awal, mungkin ingin berbagi denganku.

“Istri saya sudah lama sakit yang gak bakal bisa sembuh.”

… “Mmmm…sakit apa pak?” tanyaku polos seolah tak tahu.

“Istri saya sakit kanker rahim stadium 4. Tapi syukur dia terlihat segar setelah totok syaraf, tapi memang gak bisa sembuh.” nadanya yang semakin lama menurun.

“Ooo…semoga lekas sehat ya pak istrinya.” Kataku menghibur, dan memang tebakanku benar. Aku tahu dia menahan tangis saat cerita, tapi aku hanya orang yang baru saja dikenalnya.

Akhirnya aku bertanya hal2 lain, aku takut untuk tahu hal itu.

Akhirnya hujan sedikit reda, aku mohon ijin ke bapak itu untuk pulang lebih dahulu.

“Terima kasih pak.”

atas pesan hidup yang telah bapak sampaikan.

Aku jd berpikir, aku ingin suami seperti dia.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.