Banner Pameran itu Bagus

Tiga hari lalu, di kantorku ada pameran teknologi dengan judul “Teknologi untuk Kemandirian Bangsa”, dari segi judul keren banget. Tapi iya kah kita bisa membantu bangsa ini agar terus maju dan mandiri? Mau mandiri gimana, semua orang lebih suka dengan produk luar negeri yang terlihat luxury, padahal mungkin kualitas sama. Hmmm…. Trenyuh mikir bangsa ini. Untung deh gak jadi presiden, bisa botak kepalaku mikirin kepala per kepala se-Indonesia ini. Huehehe…

Aku sempat jaga stan pada hari ke-3. Jujur aja aku kurang suka sama yang namanya jaga, apa pun itu jagain rumah sendiri, jagain adik waktu aku kecil, jagain mobil, jagain sepeda motor, dan juga jagain kendaraan yang lain…(Apaan nih kok jadi jagain kendaraan kaya’ jukir.huehehehe..). Ini hari pertama dan terakhirku berkiprah di dunia per-stan-an. Aku jaga lama tapi gak ada yang datang, karena aku bosen aku tinggal jalan2 sendiri ke stan lain. Aku jadi tertarik dengan pameran itu. Dan waktu dan bosan semakin tak terasa lagi. Dengan semangat berjalan-jalan, mulai dari biodiesel, bioetanol, pupuk NPK, dari kulit sapi menjadi gelatin, ikan nila yang dijadikan bubuk protein, sampai kultur jaringan di bioteknologi. Keren sekaaali….. Aku sudah 2 jam berjalan2, aku ingat ada sesuatu yang harusnya aku kerjakan, tapi apa???

Sampai akhirnya ada teman yang menjaga di stan lain sambil dia menerangkan kehebatan bubuk protein dan gelatin “Kok gak pernah ketemu ya? Kamu gak pernah jaga?”

“Gak kok aku jaga har…….i….. ini.” Ups aku lupa hari ini jaga stan. Hehehe

Dasar gak jelas…. Akhirnya aku kembali ke stan dan duduk, menunggui stan. Mulai bosen dan ngantuk. Tanpa bersalah ada seorang berjalan ngeloyor. Aku panggil dia.

“Hai, ngapain jalan2?” Sapaku yang uda mulai bosen jaga stan.

Dia datang dan males (mungkin sama juga stannya juga sepi makanya dia jalan2). “Eh, kamu. Ternyata lagi jaga stan juga ya?” Katanya mulai cengengesan.

“Weits, kalau berkunjung ke sini jangan tanya2 ya?” Kataku menyesal telah menyapanya.

“Ini apaan?” Tanyanya sambil cengengesan menunjuk botol berisi minyak.

“Ini PPO, Pure Plant Oil…Bla…bla…bla.” Kataku sambil nerangin.

“O… gitu, jadi ini minyak jarak yang bisa bikin mabok ya?” Tanyanya yang gak nyambung dari penjelasan, dalam hatiku  ternyata anak ini gak dengerin aku.

“Mana aku tau, aku kan gak pernah mabuk pake ini.” Kelakarku.

“Uda tanya itu doang? Liat2 tuh bannernya, di situ ada flowsheet, diagram, dll.” Kataku sebel.

Dia berjalan menuju banner2 besar di belakangku. Dia tertegun melihat diagram, gambar, flowsheet, dll. dan aku semakin khawatir akan pertanyaan yang terlontar. Dia terlihat serius sekali. Dan aku menjelaskan tentang Pure Plant Oil dan penjelasan yang ada di banner itu.

” Jadi begitu.” Katanya.

“Trus…” Lanjutnya dia.

Hatiku deg2an karena mungkin pertanyaan yang susah….

“Trus banner ini beli dimana? bagus banget….” Kelakarnya lagi.

“Dasar sial.”

4 Comments

  1. Waduh Mmbak Ini kejadiannya kapan ? Ceritanya boleh juga, kapan ? dimana, tgl brapa dan tahun berapa ? Untung aja gak jadi Tukang Jaga Malam…hehe…. Tapi pasti suka terjaga malam…hehe… Maaf ber janda. Naah, itulah Indonesia, kita tahu banyak sumber daya alam yang bisa dibudidayakan dengan baik dan benar serta punya nilai ekonomis. Seharusnya hal ini sudah menjadi lahan informasi media khususnya media elektrronik, tapi nyatanya kita lebih suka heboh tayangan dangdut, haha hihi, dan sejumlah tayangan lawakan lainnya….yang menurut hemat saya hanya buang-buang waktu saja. Akibatnya rakyat kita terlena dengan apa yang kita miliki yang sesungguhnya bisa menjadi aset bangsa. Cobalah berguru atau lihat saja bagaimana Jepang. Mereka maju dari segala sektor, bahkan sampai ke pola makanan sehat pun mereka teliti, tidak sekedar asal kenyang. Contoh soal, Di Jepang ada masakan namanya Unagi (Belut) yang dikita seolah tidak ada harganya (kerana mungkin ada yang jiji). Tapi belut itu ternya oleh para ilmuwan Jepang diteliti apa manfaat dan khasiatnya buat tubuh kita. Dan ternyata hasilnya mengagumkan, dan makanan Unagi termasuk makanan paling mahal di banding Shabu-shabu atau yakiniku. Belut ternyata memiliki khasiat yang luar biasa, kalau tidak salah ada 12 macam khasiat belut. Dua manfaatnya yang masih saya ingat : 1. Untuk pencuci darah, dan. 2. Untuk penghalus dan lembut kulit (nah ini utk wanita).Semoga menjadi bahan pemikiran kita semua. Insya Allah….Aamiin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s