DME as Renewable Energy

DME sebagai energi baru terbarukan, yang saat ini negera2 lain sedang meneliti. Sekarang apakah DME itu? Bagaimana sifat2 dari DME. DME yang dikenal pula dengan “Dimethyl Ether”. Pada umumnya DME digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan aerosol. Seiring dengan berkembangannya teknologi dan menipisnya bahan bakar (energi) DME digunakan sebagai bahan substitusi LPG atau juga sebagai blending LPG, ini untuk mengurangi konsumsi bahan bakar dari fosil.

Dimethyl ether (DME) adalah salah satu alternatif energi baru yang bersih, yang dapat dibuat dari berbagai macam sumber, seperti batubara, gas alam, gas hasil pembakaran batubara (coal gas) dan biomassa, melimpah dan  tidak mahal. DME telah diteliti secara luas dan telah digunakan dalam industri kimia dan farmasi dalam waktu lama. Propertis fisika yang paling penting dari DME adalah kesamaannya terhadap LPG. DME menjadi uap pada tekanan dan temperatur ruang dan dijaga agar tetap liquid pada suhu 25 oC, dan harus berada di ruangan dengan tekanan paling tidak 5 atmosfer. Hal ini sangat mirip dengan tekanan uap LPG.

(Savadkoohi, L., dkk. 2007. Research and Assessment of Applying Dimethyl Ether “DME” Extracted from Natural Gas “NG”, on Diesel Engine as a Clean Fuel)

Berikut ini sifat fisis berbagai macam bahan bakar:

Properties

DME

Propane

Butane

Methanol

Boiling Point, °C

-24.9

-42.1

-0.5

65

Vapor Pressure@ 20 °C, bar

5.1

8.4

2.1

0.3

Liquid Density @ 20 °C, kg/m3

668

501

610

790

Specific density, gas

1.59

1.52

2.01

1.11

Lower Heating Value, kj/kg

28,430

46,360

45,740

46,500

Ignition Temperature @ 1 atm, °C

235-350

470

365

465

Explosion/Flammability Limit in air, vol%

3.4-17

2.1-9.4

1.9-8.4

7.3-36.0

Source: BP p.l.c.; Snamprogetti.

DME secara kimia stabil pada temperatur normal. Resiko pembentukan peroksida ketika dalam tangki sangat kecil. DME relatif lebih ramah. Memiliki kadar racun yang sangat rendah dan tidak karsinogenik. Oksidan photochemical pada DME mempunyai waktu yang relatif pendek. Potensi pembentukan ozon yang lebih rendah dari pada LPG atau gasoline. DME sangat larut dalam air dan peringatan khusus untuk menjaga kontak dengan air. DME juga merupakan pelarut yang kuat dan hampir semua elastomer diserang oleh DME.

Titik didih DME adalah di bawah minus dan mendekati LPG, yang mudah dicairkan (liquefied) dan disimpan. LPG terdapat sarana/fasilitas seperti tangki dan tangki refrigerant. DME memiliki cetane number yang hampir sama dengan minyak diesel. DME biasanya digunakan dalam menjalankan mesin diesel. DME tidak bersifat korosif untuk konstruksi material pada umumnya. Namun disisi lain, mempunyai nilai kalor yang lebih rendah, viskositas yang lebih rendah, nilai lubrikasi yang rendah, dan memiliki kecenderungan untuk menyebabkan pemuaian pada karet, elastomer, dan plastik tertentu. Sehingga hanya perlu modifikasi kecil bila akan digunakan pada sarana LPG yang ada dan mesin diesel sebagai bahan pengganti.

(Proceedings of 15th Saudi-Japan Joint Symposium, Dhahran, Saudi Arabia, November 27-28,2005)

Properties

DME

Propane

Butane

Methanol

Boiling Point, °C

-24.9

-42.1

-0.5

65

Vapor Pressure@ 20 °C, bar

5.1

8.4

2.1

0.3

Liquid Density @ 20 °C, kg/m3

668

501

610

790

Specific density, gas

1.59

1.52

2.01

1.11

Lower Heating Value, kj/kg

28,430

46,360

45,740

46,500

Ignition Temperature @ 1 atm, °C

235-350

470

365

465

Explosion/Flammability Limit in air, vol%

3.4-17

2.1-9.4

1.9-8.4

7.3-36.0

3 Comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s