Biodiesel

Sekarang aku ingin cerita tentang skripsiku yang juga meneliti tentang energi. Ini terjadi karena partnerku memaksaku berkecimpung di bidang energi. Memang waktu itu aku pun berfikir, energi memang bidang yang luas dan pastinya semua orang membutuhkan energi. Skripsiku berkutat di bidang biodiesel dari kelapa sawit.

Mencari kelapa sawitnya susahnya minta ampun, dan menyuruh sodara dari salah satu temenku untuk mengambilkan secara diam2. Karena kalo beli harus dalam jumlah besar.

Biodiesel ini ramah lingkungan, tidak mempunyai efek terhadap kesehatan yang dapat dipakai sebagai bahan bakar kendaraan bermotor dapat menurunkan emisi bila dibandingkan dengan minyak diesel. Biodiesel terbuat dari minyak nabati yang berasal dari sumber daya yang dapat diperbarui.

Indonesia merupakan negara beriklim tropis yang berpotensi untuk mengaplikasikan teknologi ini dan mengingat Indonesia merupakan salah satu negara penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia. Bahan bakar ini cocok untuk negara kita yang melimpah akan tanaman. Bersyukur kita hidup di negara yang kaya. Biodiesel ini kurang cocok dikembangkan di negara yang sub tropis atau yang beriklim dingin, karena akan berebut dengan makanan. Seperti di Amerika serikat dan Eropa, mereka menggunakan rapseed, biji bunga matahari, karena memang tanaman yang cocok didaerah yang dingin, sehingga bersaing untuk makanan.

Bahan bakar alternatif ini mempunyai beberapa keunggulan, antara lain:

  1. Pembakaran yang lebih sempurna sehingga menurunkan emisi nitrogen, karbon monoksida, dan hidrokarbon.
  2. Bau yang dihasilkan oleh pembakaran biodiesel tidak menyengat seperti pada bahan bakar diesel biasa.
  3. Tidak memerlukan modifikasi pada mesin yang akan menggunakan biodiesel sebagai bahan bakar.
  4. Mudah terurai sehingga lebih ramah lingkungan (Biodegradable).

Beberapa bahan baku untuk pembuatan biodiesel antara lain kelapa sawit, (Elaeis gueneensis), kapuk (Ceiba pentandra), kedelai, bunga matahari, jarak pagar, dan beberapa jenis tumbuhan lainnya.

Proses transesterifikasi yang umum untuk membuat biodiesel dari minyak nabati (biolipid) ada dua macam yaitu:

  • Esterifikasi dengan Katalis Asam

Metil ester (Biodiesel) dapat dihasilkan dalam sebuah proses esterifikasi antara bahan baku asam lemak dalam bentuk Free Fatty Acid dan Metanol. Pada reaksi esterifikasi ini, dibutuhkan katalis asam seperti asam sulfat pekat. Esterifikasi berkatalis asam berjalan lebih lambat namun metode ini lebih sesuai untuk minyak atau lemak yang memiliki kandungan asam lemak bebas (Free Fatty Acid) relatif tinggi (sekitar 4 %).

esterifikasi

  • Transesterifikasi dengan Katalis Basa.

Reaksi transesterifikasi terjadi antara trigliserida dengan metanol berlebih. Trigliserida dirubah secara bertahap menjadi digliserida, monogliserida, dan terakhir gliserol. Suatu mol dari ester dibebaskan pada setiap tahap. Reaksi terjadi secara bolak-balik, walaupun kesetimbangan mengarah pada hasil dari methyl ester dan gliserol. Reaksi transesterifikasi digambarkan dengan reaksi umum sebagai berikut :

transesterifikasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s