‘DME’ alternative energy for future

Sejalan dengan kebijaksanaan pemerintah Indonesia akan konversi minyak tanah ke LPG. Konsumsi LPG semakin meningkat, namun tidak diiringi dengan suplai LPG, akibatnya sering terjadi kelangkaan LPG awal tahun kemaren. Akhirnya, Pertamina sebagai suplayer kebutuhan energi dalam negeri dituntut lebih dalam hal ini. Akhirnya Impor Indonesia untuk memenuhi kebutuhan energi terutama LPG semakin meningkat.

Program konversi minyak tanah ke LPG ini bermaksud untuk mengurangi anggaran APBN tentang  minyak tanah menjadi separuhnya. Selain itu, program ini akan menguntungkan kilang minyak di Indonesia karena produk kerosene mempunyai nilai tambah (added value) sebagai bahan bakar avtur yang non subsidi. Sekaligus dapat meningkatkan produksi produksi gas oil dan mengurangi ketergantungan impor gas oil. Pelaksanaan program ini dilakukan secara bertahap dengan menghilangkan subsidi minyak tanah ke LPG, memberikan tabung 3 kg gratis beserta kompor LPG sederhana.

Namun tetap program konversi ini tidak diimbangi dengan persediaan LPG yang ada, karena itu kadang terjadi kelangkaan LPG di daerah2. Kebutuhan LPG pada tahun 2010 mencapai 6 juta ton. Namun persediaan dalam negeri mencapai 2 juta ton saja. Sehingga masih kurang persediaan sekitar 4 juta ton lagi. Karena itu harus mengimpor lagi 4 juta ton lagi, pasokan LPG berasal dari Timur tengah, Australia, dan juga Thailand yang bersedia menjadi pemasok LPG di Indonesia.

Karena kebutuhan yang meningkat namun tidak diimbangi dengan persediaan yang ada. Saat ini dibutuhkan energi baru terbarukan yang dapat menggantikan atau tambahan saja. Energi baru terbarukan yang dilirik oleh dunia saat ini adalah DME, dimethyl ether. Dimethyl ether ini, lebih ramah lingkungan, tidak menimbulkan partikulat saat pembakaran berlangsung, dapat dibuat dari gas alam, batu bara, maupun biomassa (dengan gasifikasi). Ini menjadi incaran negara2 maju dan berkembang sebagai alternatif energi yang ramah lingkungan. Seperti Cina dan Jepang, telah mengaplikasikannya secara luas. Khususnya Cina yang 90% dari produksi DMEnya digunakan untuk substitusi LPG dan 10 % DME digunakan untuk industri. Selain itu, banyak aplikasi dari DME tersebut seperti automobil (blending DME dengan gasoline), substitusi untuk rumah tangga, dan industri pemotongan.

Hal ini sesuai bila diaplikasikan di negara kita, untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Untuk saat ini dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat dalam masalah bahan bakar LPG, maka DME dapat direkomendasikan menjadi salah satu energi alternatif selain bioetanol dan biodiesel yang sudah diaplikasikan.

Galz-dari berbagai sumber

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s