New experinces as house wife

Waah, kalo cerita sebagai ibu rumah tangga gak ada habisnya. Ada lucu sekaligus sedih…. Tapi enjoy aja, memang seperti inilah hidup, ada bahagia ada sedih, tua muda, bagus jelek, semua kontroversi memang ada dimana-mana. Dan membuat hidup lebih berwarna…. Alhamdulillah…

Aku bersyukur sekali, bisa merasakan yg namanya nikah muda, jd istri, dan wanita karir. Memang itu impianku, syukurnya suamiku mengijinkan aku kerja, sampai aku mulai bosan bekerja… (alhamdulillahnya aku jg boleh tidak bekerja, suamiku malah seneng, tapi aku yang kurang happy kalau harus di rumah tanpa aktivitas)

Tapi memang, kadang aku juga berfikir apa mungkin aku harus jadi house wife murni ya?? Secara, kami berdua sedang menunggu kehadiran si kecil yang belum dikaruniakan ke kami, atau aku terlalu capek? tapi memang dari intensitas ketemu kami hanya setengah bulan. Tapi aku maaah enjoy aja.. Tapi serius semakin jarang ketemu semakin jarang bertengkar, jarang kontak, akan semakin merasa kehilangan kalo ditinggal. Hehehe…

Kemarin lucu bgt suami (mungkin karena saat ini hanya ada dia di rumah jd perhatianku 100% tertuju padanya, mungkin kalo sudah punya baby lain lg masalahnya…hehehe) dia mengeluh giginya yang berlubang. Ya aku sarankan untuk dicabut aja dan diganti gigi palsu nanti setelah bulan Romadhon selesai. Kalo aku memang uda pernah cabut gigi geraham yang berlubang, emg sakit, serius!!! Tapi suami malah cengar-cengir “gak ah, gak sakit, sapa takut?” Apa dia bilang??? “liat aja nanti, mas” kataku dalam hati.

Dia periksa ke dokter, dan memang benar 2 gigi geraham (atas dan bawah) perlu dicabut dan sedikit operasi untuk 1 gigi bungsu (sekitar 3 gigi harus dioperasi kecil). Malahan dokter giginya uda mewanti-wanti juga supaya gak waktu puasa. Tapi dasar suami ngeyel yaaa “Gak masalaaah, cuma cabut gigi aja kecil” katanya yang tegas, lugas, dan terpercaya. “Yeee…liat aja sayank….” kataku dalam hati sambil narik napas panjang (dokter yg ngasi tau aja gak percaya). Hehehe…

Malam hari sebelumnya dokter sms: “mas makan yang banyak ya, soalnya nanti susah makannya lho”. “Halaah, makan kaya’ biasanya aja po’o” katanya dia sambil cengar cengir… ” liat aja…” dengusku dalam hati.

Ya aku tau wataknya yang lucu, tegas, dan pemberani….. (hehehe)

Hari itu aku pulang agak sorean, dan suamiku bertugas menjemputku pulang. Sebelumnya aku menelponnya untuk memastikan apakah dia bisa jemput gak?

“Han, gimana operasi giginya? lancar…?” tanyaku.

“Lancar donk Han, hehehe….” jawabnya sambil senyum2.

“Alhamdulillah klo ternyata emg gak sakit…. Nanti bisa jemput donk…hehe” jawabku. Syukur degh!

Menjelang detik penjemputan, aku telp lg untuk memastikan, karena hujan lebat dan macet, jd aku kasihan klo suamiku harus jemput aku pasca operasi giginya itu.

“Han, hujan lebat nih, aku telat kaya’nya, maap yaaaa….” kataku.

“Kolbk bisalb silbih?? Udalb talbu sualbminyalb opelbrasilb malblalbh pulblang telalbt.” Nadanya yg agak aneh. wah tanda2…

“Kok gt nada ngomongnya? Ini hujan sayang, macet lagi, sapa juga yang mau pulang telat??” jawabku nyantai.

“Yalb, galbk malbu taulb polbkolbknyalb halbrulbs cepet pulblalbng!” Katanya. Wah, wah,wah….. tanda2nya bener niiih! Sampe aku gak denger dan harus ngulang lg pertanyaannya.

“Hehehe…sakit tah? ya uda klo gt aku naik ojek aja ya, tunggu di rumah sebentar lagi aku pulang….” jawabku ngempet ketawa…lucu bgt nadanya kaya’ ngomong ma anak balita…gemeez!

“Udalblalbh talbk jelbmpulbt polbkolbknyalb.” ngeyelnya… (ya aku hapal…)

” Apa??? gak ngerti aku hanny ngomong apa cih??” serasa ngomong ma anak balita beneran.  ” Ya uda, aku naik ojek aja ya han…”

“Glb uslbalb, tulblblblblb..lblb..Aaaaaaa!!!!!!”

-tet- tut..tut..tut…

Waaaaaaah, gak bisa dibiarin nih pemutusan telp secara sepihak…. Hehehehe dan aku tetep aku ketawa. Dasar suami lg PMS kali. Temenku yang seKRL menyarankan untuk telp lg. Tapi aku gak perlu telplah, karena takut. Hehehehe…

Tapi aku yakin sesuatu yang aku memang sudah hafal, gaya bicaranya (sok…hehehe), tingkah lakunya (pemberani), lucunya.

Dan memang benar suamiku telah menjemputku. Dan aku mengumbar senyum kepadanya, dan tentunya dibalas dengan cemberut dan pipinya yang bengep seperti habis dikeroyok warga. Hehehehe….

Terima kasih ya Han..

Ternyata obat biusnya uda habis jadinya terasa sakit sekali dan gak bisa minum obat penghilang nyeri karena masih puasa…. Tuh kan Han…?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s