Kehilangan 2)

Hari ini mengejutkan sekali, karena kami yang tidak setuju dengan kepindahan gedung dipanggil oleh direktur. Eh, sebelumnya saya belum cerita ya?

Jadi begini ceritanya, waktu kabar kepindahan kami ke gedung yang baru, ada beberapa senior dari kantor kami yang membuat petisi tuntutan karyawan, yang berisi 3 tuntutan salah satunya adalah transparansi. Sebenarnya hanya ingin tau mengapa?

Kemudian beberapa dari kami semua dipanggil untuk konfirmasi apakah benar demikian? Tapi beruntungnya kami mempunyai direktur yang baik, tidak terlalu mempermasalahkan hal tersebut, karena yang beliau inginkan hanya kinerja, dan petisi itu hanya dianggap kami lebih memilih untuk di gedung mh. thamrin. Tapi nama2 kami hanya sebagai catatan.

Ya sudahlah dicatat juga tidak apa kalau impactnya tidak terlalu terlihat. Ini juga untuk kepentingan orang banyak bukan untuk saya sendiri. Untuk menghapus catatan itu, kami dihimbau untuk membuat surat yang menyatakan bahwa “pada saat melakukan tanda tangan dalam keadaan tidak sadar atau terpengaruh”. Ya ampun, malu aku untuk mencabut tanda tangan itu, itu sama saja mencoret muka saya sendiri, lebih malu untuk tanda tangan itu, daripada tanda tangan petisi menolak kepindahan kami ke sebuah kawasan kecil.

Sampai2 ada senior saya yang dengan tegas gak mau untuk tanda tangan, “Saya tidak mau pak tanda tangan pernyataan bahwa saya dalam kondisi tidak sadar seolah2 seperti kami ini orang bodoh dan tolol, tanda tangan tanpa dilihat dulu.”

Haha.. saya cuma ketawa ketiwi dalam hati, yah memang benarlah itu seperti orang o’on kala sampai membuat pernyataan demikian.

Tapi saat ini sudah menjadi minggu terakhir bagi kami semua. Ini saatnya berkemas, move on, lebih giat, lebih fokus, dan selalu berdoa. Belajar ikhlas memang sulit, tapi memang begitulah kehidupan kadang berada di atas, saat ini kami reses berada di paling bawah.

Semua amburadul, tapi waktu kan harus terus berdetik, hingga menjadi menit, kemudian berganti jam dan berganti hari. Mau sampai kapan berhalusinasi akan masa lalu.

Bangkit!!

Hehe… tak lupa saya bilang kemaren.  Setiap saat perjalanan ke kantor mh thamrin ini berharga jadi saya foto beberapa tempat.

Bedol deso

Foto di atas, saat2 direktorat tetangga berkemas dan pergi meninggalkan lantai 22.

my mess desk

Meja kerjaku menjelang kepindahan.

cubical kosong

Cubical tetangga yang kosong.

masjid al iqro'

Masjid Al-Iqro’ yg akhir2 ini saya kunjungi. Dari pada pusing dan marah mendingan ke masjid…. Halaaah gaya poool!

Dan yang terakhir adalaaah foto ini… Gedung fenomenal yang dipertahankan oleh beberapa orang.Gedung

Diambil dari gedung tetangga saat jalan menuju depan lobby. Sungguh fenomenal sekali.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s