insomniac through socmed

Semenjak kepulanganku dari LN, aku bak burung hantu di malam hari. Entah karena jetlag atau memang insomnia.. atau mungkin juga dari jetlag berubah ke insomnia. Dan buruknya hobby ku yg lama telah aku tinggalkan kembali lagi.. apakah itu? Browsing gak jelas, kalau blogwalking okay lah yah? Ini faceb**kwalking alias kepo. The worst things I have done, I looked all posts and photos that made me feel unwell when reading all status and something related to. It is not about jealousy but curiosity to know about someone that will make yourself stuck. Jeleknya sudah hari kedua sejak kepulangan ku dari perjalanan total 33 jam. Berangkat jam 15.00 sampai rumah keesokan harinya 00.00. Nanti aku ceritakan di bab lain tentang wonderful journey in this year.

Balik lagi ke laptop. Yang pada akhirnya akan merasa bahwa “rumput tetangga selalu nampak lebih hijau”. Padahal mungkin gak selamanya rumput itu hijau. Tapi pada akhirnya ajang sosmed lebih kepada unjuk diri dan menutupi kepura puraan. Hehe.. ada positifnya adalah orang akan tahu siapa anda hanya dg sekali klik mulai dari hobby, kegiatan, sak perasaan (lagi galau, happy, somplak,dll). Negatifnya all about you is easy to find it. You will not be surprised by someone because everyone know you well in socmed. Easy to predict what you are thinking about, going to do, and not surprising anymore in the rest. Dan bahkan setelah tahu dg sekali klik, org berpikir ya begitulah anda yang ada di socmed. Jadi ingat pepatah lama ‘diam adalah emas’ mungkin cocok untuk ini. Tapi tak selamanya juga emas kalau tidak pernah diasah dg ilmu&kebajikan.

Kalau saya ya sebaiknya tidak terlalu menutup dan juga sebaliknya mengumbar. Kalau memang org ingin berteman pastinya, akan lgs japri/kontak dg kita melalui socmed, bukan berteman karena hanya ingin tahu kisah hidupnya. Padahal yg mungkin kita berpikir kehidupan org lain yang kita pikir indah. Kita tidak pernah tahu dibaliknya. Karena itu ‘semut diseberang nampak, sedang gajah dipelupuk mata tak nampak’. Kita sering kali lupa hal2 besar yg indah yg ada didepan mata, tapi malah tersadar dg kebahagiaan yg kecil yang diupload org lain. Nikmatilah kehidupan setiap detiknya. Selalu belajar to be the best everyday. Karena sedetik takkan kembali, jgn membuangnya dg kepo yg sia2 tanpa tujuan dan ‘wasting things’ in your mind. (Ngilike awake dewe) hehe

2 Comments

  1. Facebook emang mantap buat kepoin orang, apalagi kalau orangnya open privacy ke publik. Makanya saya agak hati-hati juga pasang konten disini. Trus kalau lagi fb-an kadang suka berakhir dengan “kok hidup dia berwarna banget, bahagia banget, sedang hidupku gini-gini aja” Padahal belum tentu. Karena ada juga orang yang di socmed gemar pamer bahwa dia bahagia, padahal di kehidupan nyata nggak juga. Malah sedang galau parah, bisa jadi. Siapa yang tahu?😉 Jadi kalau saya mulai galau dengan semua “sampah” di facebook, ya langsung tutup aja. Kalau twitter, lebih buat update berita sih kalau saya. Follow orang-orang yang menurut saya keren dan inspiratif. Buat boost semangat, gitu. Intinya emang harus smart sih pakai socmed. Hidup di dunia nyata itu lebih indah, sob! ^,^

    • Wah, ternyata ngerasakan hal yang sama juga dengan akuh yaa… Iya memang kadang kita merasa dengan social media “jauh di mata dekat di hati”, dengan mengabaikan orang2 tersayang yang “dekat dihati, tapi jauh di mata (karena matanya ngeliat gadget terus!)
      Semoga kita terjauhkan dari yang maya2 dan mendekat ke yang nyata2…huahaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s