Preparation: new journey new experience… (Euro Trip I)

Alhamdulillah.. long time no see this blog. I miss writing much. I got an addiction writing again because of this insomnia…:( should I sad? I hope I am going to sleep well soon.

Tepatnya tgl 2 Desember 2013 adalah perjalanan dan pengalaman takterlupakan dalam hidup (selain menikah, punya anak, pacaran pertama, ke cina,dll) *lha kok byk juga ya yg spesial. Apakah itu? Perjalanan pergi ke Eropa. Seumur hidup gak pernah kepikiran itu, sanggup secara finansial pun tidak. *lho knp kok ujug2 ke Eropah?* pasti kepoo? Karena sodara2 tidak terlalu mengenal saya tak apalah saya crita. Semoga cerita ini bermanfaat.

Kepergiaan saya ke Eropah ini karena ada mandat training di sana, walaupun actually not really got training. Training apa cuma 1 hari saja, lebih tepatnya mendengarkan presentasi dari pihak Jermannya. Yang perlu disiapkan adalah paspor dan tentu saja visa Eropa. Paspor, alhamdulillah lancar jaya. Untungnya sudah jauh2 tahun sebelumnya buat, tapi tidak terpakai. (Alhamdulillah akhir tahun ini..). Mengurus paspor bukan hal yang sulit, yang perlu disiapkan adalah mengisi formulir pendaftaran secara online. Untuk prosedurenya sudah banyak yang mengisi, karena saya bikinnya tahun 2012, mungkin saja tiap tahun berbeda. (dan sudah agak lupa!). Ini ada prosedur mengurus paspor. Dan asli tidak seribet yang dibayangkan, no calo2. Minggu sebelumnya daftar  secara online, terus ada tanggal kesediaan menyerahkan berkas (karena waktu itu, suami gak ada, jadinya mundur waktu wawancaranya, harusnnya hari itu juga bisa), setelah itu 1 hari kemudian wawancara dan foto. 4 hari kemudian selesai sudah paspornya.

Nah yang paling pusing adalah mengurus visa, yang ribet adalah undangan dan sponsor. Kalau yang lain mudah.

  1. Mengisi formulir aplikasi visa.
  2. Foto berwarna dengan latar belakang putih, (3×4) 2 lembar.
  3. Surat sponsor berbahasa Inggris di atas kop surat perusahaan dimana yang bersangkutan bekerja. Jika ada orang lain/anggota keluarga yang ikut bepergian maka dicantumkan nama dan status orang tersebut. 
    • Jika jabatan General Manager, Direktur, Presiden Direktur, atau Komisaris harus disertakan fotocopy NPWP dan SIUP.
    • Jika memiliki bisnis sendiri dan tidak ada kop surat perusahaan maka surat diketik diatas kertas putih polos dengan di cap toko dan sertakan fotocopy NPWP dan SIUP.
    • Jika disponsori oleh anak maka lampirkan fotocopy akte kelahiran anak yang dapat membuktikan hubungannya.
    • Jika disponsori oleh menantu maka lampirkan fotocopy akte nikah anak dan akte kelahiran anak yang dapat membuktikan hubungannya.
    • Jika status pensiun maka surat diketik diatas kertas putih polos dan ditanda tangani sendiri.
  4. Bukti keuangan 3 bulan terakhir berupa fotocopy rekening koran atau buku tabungan (dari halaman depan yang tercantum nama dan nomor rekening sampai dengan halaman terakhir transaksi) minimal Rp. 50 Juta/orang.
  5. Fotocopy Kartu keluarga.
  6. Jika nama yang tertera dipaspor beda maka lampirkan fotocopy surat ganti nama.
  7. Jika istri ikut bepergian, lampirkan fotokopi akte nikah. 
  8. Jika anak ikut berpergian dan masih sekolah, maka lampirkan :
    • Fotocopy kartu pelajar
    • Surat keterangan sekolah asli
    • Fotocopy akte kelahiran
  9. Surat ijin dari orang tua yang dilegalisir oleh notaris bila anak tersebut berangkat dengan orang lain atau surat ijin dari salah satu ayah/ibu seandainya anak tersebut berangkat dengan ayah/ibu saja.
  10. Jika ada anak yang tinggal di Belanda, maka lampirkan fotocopy paspor, visa, akte lahir dan undangan.
  11. Print out reservasi tiket.
  12. Konfirmasi hotel selama perjalanan di Eropa.
  13. Asuransi perjalanan yang berlaku selama masa tinggal di Eropa dan uang pertanggungan USD 50.000 atau EURO 30.000.
  14. Formulir yang telah diisi lengkap dan ditanda tangani oleh pemohon. Untuk anak yang belum mempunyai KTP, formulir ditanda tangani oleh kedua orang tuanya.

Yang diwarnai merah2 saja yang aku siapkan. Memang ada beberapa kendala antara lain, surat undangan sponsor yang mepet dengan keberangkatan dan kadang surat undangan sponsor salah (biasanya harus mencantumkan bahwa semua biaya tiket dan akomodasi harus dicover oleh sponsor). Kemarin sempat salah surat sponsor karena belum mencantumkan kesanggupan menanggung semua biaya dan salah kop suratnya, ternyata undangannya ke Belanda tapi kop suratnya Singapura, ya salaah tho ya?? Saya aja bingung, dan gak ngeh salahnya begitu, berhubung waktu mepet, akhirnya minta lagi surat undangan dari sononya. Akhirnya setelah hampir setengah bulan surat undangan itu ada. Kita buru2 mendaftarkannya lagi by online. Nah, selanjutnya ini kita akhirnya mengirim aplikasinya by kedutaan Jerman. Karena sebenarnya kita diundang 2 perusahaan, di Jerman dan Belanda. Nah, yang perusahaan Belanda itu, kop suratnya dari cabangnya yang di Singapura. Akhirnya lewat kedutaan Jerman yang dengar2 persyaratan reservasi hotel harus ada dan prosesnya seminggu setelah wawancara.

Berangkatlah kita ke Eropah, tapi masalahnya lagi adalah keberangkatan kita pas musim dingin (Winter). Searching lah diri ini untuk mencari2 kehangatan..hehe mulai dari, jaket winter, sweater, syal, topi (bukan sembarang topi tapi yang utk musim dingin), kaos kaki, dan dalaman (long john). Setelah searching2 di internet, ketemulah beberapa toko seperti Laxmi, Djohan, Farina Busana, Pasaraya Blok M, Limited (Pejaten Village) –> sudah tutup *noted, Heritage (Pejaten Village) –> ada sedikit dan gak lengkap.  Hanya itu yang sudah ku survei, dan memang winter outfits are so expensive, paling yang murah sarung tangan..hehe. Pertama, survei ke Pasaraya Blok M, tempatnya ok punya, lengkap banget winter outfit (tapi agak berat di kantong, tapi ya mau nyari bahan dari apa? bulu ayam? hehe..), untuk jaket recommended dari bulu angsa. Untuk sarung tangan dan kaos kaki recommended berbahan wool. Di pasaraya sangaatlah lengkap, mulai dari jaket, ears puff, kaos kaki, long john, syal dan topi yang sewarna. Pokoknya surga bagi para pemburu winter outfit, karena bugdet minim, semua barang dikembalikan ke tempatnya masing2.haha.. (alias gak jadi). Akhirnya keesokan harinya pagi2, aku dan my husband nyoba ke toko Djohan dan Farina, tapi sepertinya mereka satu keluarga jadi barang2nya sama. Di toko ini barang2 juga banyak tapi, banyak juga yang out of stock. Jd kadang tinggal yang digantung aja. Tapi pada akhirnya dapat juga jaket bulu angsa dengan topi yang berbulu2 merk s.Oliver lumayan keren, liat harga Euronya kagak nahan Cyyyn 149 €, di Djohan hanya 700 ribu Rupiah Cyyyn.. Cucok deh harganya, lanjut beli long john, syal, dan topi winter. Yeeeay~!

Tips lainnya: Untuk kaos kaki, aku sendiri sudah membuktikan gak perlu sepatu yang khusus juga bisa kok, selama suhunya hanya mencapai ±5°C. Aku hanya beli sepatu sneakers biasa yang penting enak dipakai. Sebelumnya beradu argument dengan suami karena dia tidak yakin kalau cukup dengan pakai sneakers. Tapi Aku sudah buktikan, dan lagi kaos kakipun gak perlu terlalu pusing harus wool, memang recommended tapi kalau di rumah ada yang kaos kaki sporty, bisa dipakai. Sudah penulis buktikan deh. Dan lagi,,, syal tak perlu harus baru dan wool, sudah kubuktikan dengan memakai syal yang biasa dipakai org naik haji (entah apa namanya, setelah searching: Sorbaan cyyn) itu juga sudah cukup membantu kita dengan suhu ±5°C. Sebenarnya cukup nekad juga sih aku berangkat dengan kaos kaki dan syal sorban yang apa adanya, hanya berbekal beli long john dan winter coat/jacket tapi toh juga survive! So don’t worry if you don’t really have money for preparation, just bring all wraps stuff (sweater, cardigan, kaos kaki yang sporty lhoo yah)

Setelah semua perbekalan siap, saatnya pergi, nah untuk di airportnya hanya tiket, paspor bervisa, dan surat undangan jangan lupa di print. Alhamdulillah di Bandara Soekarno Hatta tidak ada masalah, petugas imigrasi hanya menanyakan berapa hari dan untuk apa ke Jerman. Maskapai ke Jermannya adalah Etihad, dan pastinya transit dulu. Etihad ini transit di Abu Dhabi Uni Emirat Arab Saudi. Gimana pengalaman selanjutnya…

Ganti judul kali ya biar agak match… haha See you next..

3 Comments

  1. mantengin. episode selanjutnyaaa….:))
    Kebayang rempongnya nyiapin buat perjalanan musim dingin😀
    Tapi segala ke-rempongan itu terbayar dengan pengalaman baru yang seru kan yaaa?
    Ga sabar nunggu kelanjutan ceritanya😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s