Hilang ide, hilang kata..Muncullah “Tin Cup”

Jumat ini, banyak sekali rekan2 kantor yang meyempatkan diri olahraga. Lha Bu Sekotheng cukup melihat mereka dari kejauhan. Huahaha.. Gak jelas sekali diri ini.

Kalau inget olah raga jadi teringat akan luka lama 1 2. Dulu saya rajin lho olah raganya, setiap jumat ada aerobik di kantor, hingga sempat menurunkan berat badan dari 50 kg ke 44 kg. Saat itu semua karyawan masih jadi satu, jadi olahraganya enak, rame, bareng2. Ditambah lagi, tersedia kamar mandi bagi yang ingin membersihkan diri, selama di gedung lama itu, semua fasilitas lengkap. Ada dokter kantor juga yang selalu stand by. Kantinnya enak dan rame. Dekat pusat kota, kemana saja jadi lebih mudah dan efisien. Kalau ibarat hotel bintang 4 lha yaa… Tragisnya dari bintang 4 pindah ke gedung kelas mawar&melati.. Hehehe.. *baru kali ini melihat perubahan dari yg baik menuju yang buruk* Tuh kan, masih membekas sekali luka lama itu…Hehehe..

Habis gelap terbitlah terang.. Alhamdulillah, akhir2nya hujan sudah mulai surut, pagi hari menjadi cerah dan ceria lagi. Di hari yang cerah tapi mendung ini, jujur saja saya kehilangan ide untuk menulis ini. Masih mencari2 lagi kemana cerita ini akan dibawa?

Untuk itu saya pending dulu ceritanya barang kali, nanti sore saya ketemu ide.

Ini sudah mendekati sore masih belum dapet wangsit. Terpaksa review film lagi (kalau saya lagi review film berarti lagi kehabisan bahan). Huehehe..

Beberapa hari yang lalu saya menonton film “Tin Cup (1999)” yang dibintangi oleh Kevin Costner, film ini asli boring kalau tidak suka dengan genre romantis tapi gak ada romantisnya, komedi ya gak terlalu lucu, termasuk juga film motivasi tapi gak terlalu juga, mungkin cocoknya balada romantis. Film ini bercerita tentang kehidupan Roy “Tin Cup” Mc Avoy seorang pelatih golf dengan sedikit semangat hidup. Setiap hari pekerjaannya selain pelatih golf adalah mabuk dan bersantai ria dengan teman2. Suatu ketika datanglah Dr. Molly Griswold (Rene Russo) seorang psikolog, datang menemui dia untuk mengajarkan golf. Roy ini ternyata jatuh cinta dengan Dr. Molly Griswold muridnya. Namun sayangnya, Dr. Molly sudah mempunyai pacar David Simms (Don Johnson) yang merupakan pegolf profesional.

Untuk mengatasi keterpurukan Roy yang terlilit hutang pada penari striptis serta menaklukan gadis pujaannya, Roy berusaha masuk ke kompetisi golf US OPEN. Pada akhirnya, dia berhasil masuk, namun diakhir cerita Roy tampaknya emosi menghadapi kompetisinya. Selanjutnya silahkan menonton sendiri ya…

Tin_CupWajar saja bila di Imdb hanya 6.3, karena ceritanya kurang realistis. Entahlah kenapa ada film seperti ini, tidak untuk hiburan juga tidak ada pesan morilnya. Hahaha… Untuk segi setting tempat bagus, tapi aktingnya lumayan. Untuk yang mengaku penggemar film saya tantang menonton film ini, apa kuat sampai akhir? Haha…karena sejujurnya saya sangat ingin mengganti channel, tapi karena udah terlanjur saya lanjutkan.

Semoga besok datang wangsit ide untuk nge-blog. Doakan saya yaa…^_^

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s