Review Film: Eventually, Doraemon after The Hobbit

Nah, ini sebetulnya cerita yang kurang patut.. Hehehe.. Nakal sedikit bolehlaah ya, asal kerjaan beres. Istilahnya Work hard, play hard! =)

Hari kamis dua minggu yang lalu, kebetulan yang didamba2kan oleh seorang staf adalah ketika bos beserta para senior dinas ke luar kota.. Huahaha… jd bisa bebas dan pekerjaan tidak terlalu diawasi. Apalagi ini sudah akhir tahun, kondisi sudah tidak kondusif lagi, teman2 kantor juga sudah mulai merencanakan cuti bahkan ada juga yang sudah cuti. Lagi asyik2nya ngobrol, eeeh ada yang nyeletuk pengen nonton Doraemon. Secara aku ini fans beratnya Doraemon. Film itu ya dari jaman aku SD kelas 1 sampai kerja sekarang, si Nobita gak lulus2 SD… Kasiaan.. Huehehe…

Karena pas nyeletuk “pengen nonton” ada setan lewat dan denger. (aku setannya. Hehe..) Langsunglah aku dan teman aku cuss ke TKP. Gak mudah mencapainya, karena tau sendiri kantorku itu gak ada di Google Map. Huehehe… Perjalanan selama kurang dari 1 jam, ada insiden kecil juga. Di area jalanan kantor, polisi sedang getol2nya operasi. Sebetulnya operasi tersebut random sampling, dan mungkin beberapa pengendara yang memang jelas2 salah, misal: tidak bawa helm, lampu mati, dll. Nah, temanku ini SIMnya mati (sebenarnya gak masalah kan tidak terlihat). Tapi karena temanku itu baik hati, polos, dan rendah hati langsung grogi dan berhenti doong.. Pak polisi juga bingung, knp tiba2 aku dan temanku berhenti? Huahaha… Dengan sigap, aku yang menggantikan menyetir, karena SIMku masih ada. Pak polisi dengan senyum meminta SIM dan STNK. Untungnya, aku sudah bersiap menyetir, jadi aman. Cuman sepanjang jalan, kami ketawa. Dan bodohnya knp td berhenti??

Pas nyampe TKP, ampuuun deh antriannya ngalah2in antri di pom bensin, dan lagi banyak adek2 SD, SMP, dan SMA mengantri. Dan untuk jam berikutnya sudah penuh. Akhirnya kami pindah haluan dan menonton “The HOBBIT : The Battle of the Five Armies”.

Sebenarnya kami gak terlalu tertarik dg film ini, secara perang2an gt. Aku gak terlalu suka action. Jadinya selama ntn agak2 gak nyambung, tapi berusaha ngerti. Tapiii, film ini menurutku pribadi bagus banget, setting tempatnya yang luar biasa indah, efek gambarnya juga bagus. Pas scene pertama, pertarungan dengan naga, memang agak terlihat kasar efeknya, tapi tetap bagus. Dari segi cerita, cukup bagus, mungkin bagi pecinta Hobbit, ceritanya luar biasa, bagiku orang awam yang tiba2 ntn Hobbit, ceritanya cukup bagus dan terlalu banyak aktor baru yang masuk. Dan sampai sekarang aku masih bingung, aktor utama di film itu siapa? Huehehe…

Intinya di antara Dwarf, Elf, dan manusia terdapat sengketa tentang harta karun, namun melihat dahsyatnya lawan, akhirnya mereka bersekutu. Di akhir cerita, petarungan berlangsung dengan 5 bala tentara, yaitu Dwarf, Elf, dan manusia melawan Warg (Serigala) dan tentara Orc (Goblin). Foto ini diambil dari imdb.

The Hobbit_Five Armies

Berkaca dari kesalahan sebelumnya, aku dan temanku merencanakan lagi menonton Doraemon. Kami memutuskan di minggu akhir Desember, kemungkinan kondisi kantor yang semakin sepi dan film Doraemon juga semakin sepi penonton.

Penantian itu akhirnya datang juga, kemarin aku dan 2 orang teman menonton Doraemon. Semua berjalan sesuai dengan rencana, jalanan sepi, dan bioskop pun sepi. Ekspektasiku terhadap film Doraemon ini tinggi. Secara review dari seorang teman di kantor, dia sampai terharu ketika menontonnya, bahkan sampe nangis, ada yang bilang bahwa ini film terakhir Doraemon, dan ada juga yang bilang ini awal mulanya Doraemon. Jadi mati penasaran khaaan??

Kisah berawal dari kedatangan Doraemon dari masa depan dengan cucu Nobita. Tujuan Doraemon ini untuk membantu Nobita menghadapi kehidupan sehari-hari. Nobita yang selalu terlambat, pemalas, dan ceroboh sangat terbantu dengan adanya Doraemon. Kisah ini terdiri dari beberapa cerita Doraemon yang di satukan dalam film. Doraemon berusaha membantu Nobita mengejar impiannya untuk menikah dengan Shizuka. Setealh itu, Doraemon harus pergi setelah Nobita bahagia karena dapat menikah dengan Shizuka di masa depan. Scene mengharukan di bagian akhir, ketika Doraemon pergi meninggalkan Nobita.

Secara pribadi, cerita ini kurang pas untuk anak2 SD, mungkin SMP sesuai. Di film ini, cerita terfokus ke cerita Nobita yang berusaha mendapatkan Shizuka dan menikah dengan Shizuka. Masa’ anak2 begini?? Dan lebih mengejutkan lagi ada salah satu adegan yang tidak sesuai dan sopan, seperti Nobita yang berusaha dibenci oleh Shizuka dengan menyingkap roknya hingga terlihat “CD-nya”. Yaah masa’ anak2 mikir begini?? Kemudian ada lagi sikap Shizuka yang menampar Nobita karena marah. Serius anak2 SD nampar?? Sedikit kecewa dengan alur ceritanya. (Menurut aku, tidak terlalu mengharukan seperti film Doraemon yang lain). Tapi, overall bisa mengobati kangen kita dengan Doraemon… Doraemon, I am still loving you…=)

stand-by-me-doraemon

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s