Renungan siang bolong

Kemarin pas lagi asyik-asyik mau kerja, eh ada yang minta pendapat dan ngajakin diskusi. Hehe… jadinya ngobrol sampe siang.

Kadang pilihan antara menjadi ibu RT dan wanita karir secara bersamaan menjadi dilema berkepanjangan bagi kaum hawa. Saya contohnya, galau gak keluar2 dari kantor.. Huehehe… Tapi memang dasarnya saya juga tidak bisa tidak bekerja.

Tiba-tiba kemarin saya ditanya sama junior saya di kantor, hehe.. tapi seumuran ya cuma masuk kantornya duluan saya (lumayan laah senior dikit). “Kira2 ke depannya rencana Mbak gimana?”

“Rencana apa?” tanya saya yang bingung.

“Rencana jadi ahli apa? Atau rencana mau fokus di bidang apa?” tanya teman saya itu.

“Oh, itu? Saya belum mikir malah, saya mah jalani aja apa yang ada dihadapannya saya. Saya gak pernah mikir mau jadi apa? Nanti bagaimana? Yang penting apa yang ada ya dikerjain.” jawab saya santai.

Memang gak mudah kerja di bidang penelitian tapi gak ada yang diteliti…ups! hehe.. Masalahnya klise, selalu anggaran dana. Maunya penelitian ini itu, tapi percuma nyampe ke industri aja nggak didukung dana aja nggak, keliatan masih dalam masa penelitian skala lab langsung dicut. Terus ngapain pusing? Negara saja santai, masa kita staf aja ribut? Hehe…

Mungkin awal saat saya bekerja, saya sangat ingin pekerjaan yang menghasilkan output. Tapi pas sudah mulai berkeluarga, pekerjaan seperti ini cocok dengan saya. Pertama, fleksibel, secara waktu sangat penting buat ibu-ibu. Di saat-saat genting untuk urusan anak dan suami, dengan mudah saya bisa urus. Kedua, pekerjaan yang tidak terlalu berat, namanya aja pekerjaan penelitian, jadi asal gak keluar dari time schedule sih aman, Seringan di Lab, tapi yang lain juga kadang di lapangan (untung gak pernah dapat). Ketiga, jarang dinas, memang dulu sering tapi setelah punya anak, saya selalu berusaha jadi orang yang stand by di meja. Mendingan jadi yang mengolah data, atau membuat laporan asal kan di kantor. Hehe…

Tapi… nggak enaknya adalah… tuntutan akademik diwajibkan. Namanya aja lembaga penelitian, menuntut ilmu itu jadi wajib hukumnya. Hehe.. Aneh ya? mungkin di kantor lain, asal dia profesional gak masalah gak punya jenjang yang lebih tinggi. Nah, ini yg kadang menjadi kendala di sini, seribu alasan dikerahkan.

Dan akhirnya, mau gak mau ya harus. Berkaitan dengan itu, teman saya ini juga sudah disounding2 untuk lanjut lagi sekolahnya. Tapi, karena bidangnya agak jauh dengan visi pusat saya, makanya dia ingin diskusi bidang yang mau diambil. Saran saya, ambil yang disuka dan kira2 bisa luas aplikasinya.

Tapi sebenarnya kalau saya sih ya, terserah kantor mau kaya’ apa. Prioritas adalah keluarga. Sumber kebahagiaan saya (inshallah dunia dan akhirat) adalah keluarga. Sebenarnya sih alasan saya sekolah ini, juga karena keluarga. Tapi gak bisa diomongin di sini. Rahasia. Hehehe… Penting ya? Saya pengen bisa ngajari anak saya bahasa Inggris nantinya, selain itu ingin punya wawasan lain yang mungkin saya lama terkurung kerja di sini. Ingin merefresh otak dengan ketemu orang-orang banyak dan bertukar pikiran.

Tapi karena melihat jawaban dari saya begitu. Teman saya pun masih bingung menentukan arah. Terakhir dia bilang, “Beda banget sih ngomong soal sekolah sama Mbak Gawir sama mbak itu (Adalaah..). Kalau jawaban mbak Gawir nyantai banget dan keliatan gak terlalu ambisi mau jadi ahli apa ke depannya. Tapi kalau mbak itu, punya rencana untuk ke depannya.”

“Hehehe.. ya setiap orang kan prioritasnya beda dan tujuannya beda. Barang kali dengan gak punya tujuan dan visi di awal, mungkin memang ini jalan saya agar tahu tujuan saya yang sesungguhnya.”

Jadi, kesimpulannya gimana???

Sementara.. harta yang paling berharga adalah KELUARGA…

4 Comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s