Admission for Master Programme

Hai..hai blogku.. sudah lama sekali tidak posting disebabkan 1 faktor yaitu KEMALASAN. Padahal, banyak sekali yg bisa dijadikan bahan cerita. Tapi entah mengapa KEMALASAN ini melanda.. =(

Sebelum berangkat mengambil sebuah keputusan besar ini, saya pernah berjanji ke seorang teman untuk upload bagaimana bisa, penulis sekolah di negeri kincir angin ini? Sudah jelass, kalau penulis ini bukan orang kaya, pintar amat juga gak, beruntung? bisa jadi. Tentu saja dengan “beasiswa”. Beasiswa ini prosesnya panjang dan lama, karena hambatan teknis dan non teknis. Hehe..

Hambatan utama dalam masalah teknis ini adalah nilai IELTS yg kurang. Saya bukan orang yg bisa mudah belajar bahasa. Kadang saya merasa bahwa kemampuan bahasa seseorang itu adalah “gift”. Kalau memang bukan bakat di situ susah kan yaaa.. Tapi alhamdulillah saya bukan orang yg pantang menyerah! Saya berusaha sekuat mungkin mengejar kekurangan itu hingga sekarang. Masalah kedua adalah biaya. Ini untuk biaya tes2 bahasa atau biaya les bahasa.. =), selain biaya2 itu juga biaya pengiriman dokumen ke universitas setelah universitas menerima kita. Dan biaya yang penting adalah biaya takterduga kalau beasiswa belum cair saat sebelum berangkat/sudah berada di sana. Semua masalah biaya ini selesai dengan “utang”… =)

Kalau masalah2 non teknis seperti beasiswa yang telat, SK yang lama, dll. Itu semua birokrasi. Saya kurang paham soal itu.

Setelah sudah yakin dalam hati dengan seyakin-yakinnya, teguh pendirian, kuat secara mental dan fisik.. (halah nulis apa siih?) Mulailah hunting universitas. 1) Pastikan negara mana yg diminati & info biaya hidup; 2) bidang yang diinginkan; 3) info universitas. Dulu sih seingat saya, cara nyarinya sesuai dengan urutan itu. Nanti kalau gak ada sesuai dengan yg diinginkan berarti mencari ulang lagi dari awal.

Dan satu hal yg penting adalah info dari teman – teman yg sedang studi di sana/sudah lulus dari sana. Gali info sebanyak-banyaknya, karena kadang website bisa saja tidak sesuai dengan kenyataan. Terutama kalau ada teman2 dekat, mereka tidak mungkin bohong dengan kondisi yg ada.

Mulai membuat CV, motivation letter, dan kata2 yang indah untuk mencari supervisor.

Tapi karena penulis ini mengambil masternya by course di Belanda, jadi saya menjelaskan step by step daftar di sana.

  1. cari website universitas, kemudian masuk ke jurusan yang akan diambil, catat dan pertimbangkan bidang dan mata kuliah yang akan diambil. Kebanyakan universitas Belanda, untuk daftar master umumnya bisa online. Isi formulir aplikasi onlinenya. Umumnya, CV (kalau bisa yg standard europass), scan IELTS, motivation letter, reference letter (siapkan 2, untuk yang sudah kerja; 1 dari dosen waktu s1 dan senior/kepala di kantor, format bebas), transkrip dan ijazah versi elektronik. Tinggal upload dan submit. Sambil menunggu itu, siapkan dokumen legalisir transkrip dan ijazah (karena kalau diterima, semua dokumen di atas dikirim aslinya ke universitas).
  2. Bila ada subyek email: “1xxxxxxx0 Accepted – University of T*****”. Pada saat itu juga sudah dikirim pula LoA baik dikirim via email ataupun pos. Ikuti prosedur, kirim dokumen dan EAF (Entrance Acceptance Form). “In order to continue enrolment procedures we require the following documents, if you haven’t provided them yet.”
    – Certified copies(*) of your original Bachelor degree certificate
    – Certified copies(*) of your original final transcript of records
    – Official translations (if applicable)
    – Your official English test report

    • Biaya pengiriman dokumen ini sekitar Rp. 372.000,- ke Eindhoven dan Rp. 381.000,- ke Enschede. Itu lewat pos Indonesia dan sekitar 5-7 hari dokumen akan sampai ke universitas.Pada akhirnya saya memilih Twente, karena LoA di Twente datang duluan daripada Eindhoven, sedangkan scholarship provider ingin segera LoA dikumpulkan karena untuk membuat SK.
  3. Setelah itu mengurus VISA. Silahkan baca di web ini. Kemudiaaan, ternyaaataaaa ada dokumen lagi yg harus dikirim untuk mengirim VISA seperti Declaration of Intent, Antecedents Certificate, Tuberculosis Document, dan “copy Paspor, semua halaman”, 4 dokumen itu harus dikirim secepatnya, karena waktu saya daftar itu uda mempet dengan waktu intake. Jadinya saya harus mengirim dokumen itu ke Belanda dengan biaya Rp. 741.000,- dengan jasa DHL.
  4. Setelah itu, mengurus housing dengan apply di website universitas. Setahun pertama, seluruh mahasiswa dapat jatah 1 tahun untuk tinggal di furnished room. Setelah itu harus mencari sendiri. Untuk housing nanti akan dibahas lanjut sekalian biaya hidup. (Kalau ada waktu sih… hehe, kalau gak sabar bisa komen di bawah pasti saya balas!)
  5. Melakukan pembayaran VISA sebesar 307 Euro.
  6. Ada pemberitahuan bahwa VISA sudah keluar dan bisa diambil di kedutaan besar.
  7. Siapkan translate birth certificate/ buat yang baru versi bahasa Inggris.

Sepertinya itu saja sih tahapannya. Siapkan mental dan fisik, karena bakal ketemu dengan banyak orang dan mondar mandir untuk mengurus semua dokumen tsb.

Good luck!

 

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s